Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bahagianya Bertemu Sesama Haji WNI/ TKI di Hongkong dan Korea: Tak Perlu Antre Seperti di Indonesia

Monday, August 19, 2019 | 09:06 WIB Last Updated 2019-08-19T02:06:02Z


HAJIMAKBUL.COM - Jamaah Haji Khusus ATRIA pulang ke Tanah Air. Saat berada di Kota Jeddah mereka bertemu dengan saudara-saudara sebangsa yang pekerja migran di Hongkong dan Korea Selatan juga selesai berhaji. Masing-masing rombongan mereka terdiri atas 80 dan 150 orang.

Laporan Dirut ATRIA Tour & Travel Zainal Abidin dari Kota Jeddah Senin 19 Agustus 2019, tampak para jamaah haji WNI di Korea dan Hongkong itu begitu bahagianya dengan  rasa syukur  yang sangat dalam karena dari negeri tempat  mereka bekerja dapat menunaikan ibadah haji. Melaksanakan rukun Islam ke lima di tanah suci Makkah. 

Mereka membayar biaya haji sebesar Rp 100 juta bagi jamaah asal Hongkong dan Rp 80 juta yang berangkat dari Korea Selatan. Rezeki yang Allah SWT berikan selama menjadi buruh migran di negeri orang akhirnya terkumpul untuk beribadah ke tanah suci. Rezeki yang barokah.

Mereka hingga sekarang masih TKI aktif. Mereka sudah tinggal di sana sebagai TKI ada yang sudah 8 tahun. Bahkan ada yang sudah  20 tahun sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Insyaa Allah Mabrur haji mereka, kami dan kita  semua. Amiin.

Jamaah haji WNI  yang tinggal di Korea itu berjumlah 150 orang. Saat keberangkatan, mereka dilepas oleh Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi  di Masjid Jami Itaewon, Seoul, Sabtu (11/8/2019). Sebagian besar mereka adalah anak-anak muda Indonesia dan TKI/TKW lain yang sedang bekerja di Korea Selatan.


Dapat menunaikan ibadah haji menjadi daya tarik tersendiri bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) untuk bekerja di Korsel.

 "Alhamdulillah teman-teman di sini diberi kemudahan rejeki, ditunjang badan kuat karena masih muda,"  kata Dubes Umar. 

Cahyono, salah satu jamaah haji PMI asal Brebes, Jawa Tengah, menyampaikan bahwa kesempatan indah berhaji lewat Korea ini hanya datang sekali dan harus dimanfaatkan. "Buat saya, naik haji itu panggilan. Karena saya sudah merasa terpanggil, maka saya harus pergi. Apalagi di sini prosesnya cepat, tidak perlu antre bertahun-tahun seperti di Indonesia," ungkapnya.

"Semoga teman-teman PMI lain mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji di tahun berikutnya," ujar Yogi, jamaah lain yang juga tengah menempuh kuliah di Universitas Terbuka di Korea sambil bekerja.

Sama halnya di Indonesia, calon jamaah haji WNI juga menghelat syukuran dan doa bersama beberapa hari sebelum barangkat. Mereka mengumpulkan teman-temannya di masjid Indonesia untuk bermunajat agar diberi kesehatan dan keselamatan, berwasiat, dan potong tumpeng yang diakhiri dengan bersalam-salaman.

Dari sekitar 51 juta penduduk Korsel, penganut Agama Islam hanya berjumlah 35 ribu orang saja. Separuh dari penduduk memilih untuk tidak menganut agama apapun. 19,7 persen menganut agama Kristen, 15,5 persen beragama Budha dan 7,9 persen beragama Katolik.

Kuota haji Korea Selatan selama ini sebagian besar dimanfaatkan oleh warga negara asing yang bermukim disana, termasuk Pekerja Migran Indonesia atau TKI. (*)


×
Berita Terbaru Update