Ulama-Umara dan Dinasti Politik

                                         Siti Nur Azizah (foto: detik.com)

HAJIMAKBUL.COM - Kabar Putri wakil presiden terpilih 2019-2024, KH Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, yang ingin mengikuti jejak ayahandanya terjun ke dunia politik, disambut positif oleh masyarakat. Namun masyarakat juga berharap agar Kiai Ma'ruf memberi contoh teladan yang baik bagi politik dinasti yang mungkin saja akan dibangun oleh keluarga ulama Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Siti Nur Azizah, putri keempat Kiai Ma'ruf, dikabarkan hendak maju dalam Pemilihan Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2020 mendatang. Bahkan Siti sudah menyiapkan visi-misi untuk memajukan Tangsel. Selain itu spanduk bergambar wajah Nur Azizah dengan jargon "Tangsel Lebih Maju" juga sudah terpampang di beberapa titik di kawasan kota ini. 

Selama ini, ulama identik dengan dunia dakwah dan tarbiyah, memberikan mauidhah kepada umat dan mengawal moral masyarakat. Sehingga, sebagian orang menilai ulama tak sepatutnya terjun ke dunia politik praktis, di mana pernah dalam masa perjalanan bangsa ini, politik identik dengan ketidaksucian. Politik kotor. Korupsi. Abuse of power dan lain sebagainya.

Padahal, sebagai pewaris Nabi, ulama semestinya mampu menjalankan tugas apa pun. Termasuk terjun ke dunia politik praktis dengan satu catatan penting, bulatnya tekad dan sucinya niat, semata-mata demi menegakkan keadilan dan menciptakan kemakmuran bagi rakyat demi mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bahkan, lebih jauh, ulama di dalam Al Quran disebutkan tidak semata memadai secara intelektual, tetapi juga memiliki self control yang kuat dalam menjalani tugas keumatan, yakni takut kepada Allah Ta’ala (QS 35: 28).

 وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Almarhum KH Hasyim Muzadi dalam sebuah paparannya pada acara 90 tahun Gontor, pernah mengatakan, Indonesia ini tidak kurang orang pinter. Yang kurang adalah orang bener. Ulama adalah sosok manusia yang tidak sekadar pintar tetapi juga benar. Hal itulah yang kita harapkan dari keluarga Kiai Ma'ruf Amin ketika mengemban amanah sebagai ulama sekaligus umara ketika menjabat Wapres nantinya.  Begitu pula bila kelak bila akhirnya Siti Nur Azizah menjabat walikota Tangsel.

Dinasti Ratu Atut 

Mengapa ini penting? Ya, karena Banten--termasuk Tangsel-- punya pengalaman buruk soal politik dinasti ini ketika dipimpin Ratu Atut Chosiyah sebagai gubernur. Dinasti Ratu Atut Chosiyah di Banten dengan bendera Partai Golkar tak tergoyahkan. Mereka duduk di berbagai posisi strategis dan kunci di pusat pemerintahan Banten. 

Seperti dikutip dari detik.com, Ratu Atut yang pernah menjadi Gubernur Banten kini menghuni penjara untuk dua kasus, yaitu menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dan jual-beli jabatan.  Lalu Andika Hazrumy, anak pertama Ratu Atut menjabat Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022. Andika sebelumnya duduk sebagai anggota DPR RI dari Golkar.
Andiara Aprilia, anak kedua Ratu Atut, kini menjadi Wakil Ketua DPRD Banten. Ia juga maju ke Senayan lewat jalur DPD untuk periode 2019-2024.

Haerul Jaman merupakan adik tiri Atut. Ia menduduki jabatan Wali Kota Serang periode 2013-2018. Jaman yang merupakan Wali Kota Serang dua periode juga mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar. Jaman bertarung di Dapil Banten II (Kabupaten Serang-Kota Serang-Kota Cilegon).

Ratu Tatu Chasanah menjabat Bupati Serang periode 2016-2022. Tatu merupakan adik kandung Ratu Atut. Tatu sebelumnya juga menjabat Wakil Bupati Serang bersama Taufik Nuriman.
Tanto W Arban adalah suami Andiara Aprilia, yang tak lain adalah anak kandung Atut. Tanto kini menjabat Wakil Bupati Pandeglang.

Ade Rossi Cherunnisa menjabat Wakil Ketua DPRD Banten. Ade adalah istri Andika Hazrumi yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tingkat pusat.

Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) kini menghuni penjara karena korupsi berbagai proyek di Banten. Ia merupakan adik Ratu Atut. Begitu pula Ratu Lilis,  adik tiri Ratu Atut, harus mendekam di balik jeruji besi selama 8,5 tahun. Adik kandung Wali Kota Serang ini terantuk kasus proyek sodetan Cibinuangeun, Lebak, dengan nilai proyek Rp 19 miliar.

Terakhir Airin Rahmi Diany yang saat ini masih menjabat Wali Kota Tangerang Selatan periode 2016-2021. Airin merupakan istri adik Atut, Wawan. Nah, Siti Nur Azizah berniat menggantikan posisi Airin sebagai walikota ini.

Inspirasi Abah

Saat diwawancarai Rabu 24 Juli 2019,  Azizah mengatakan, dorongan maju di Pilwalkot Tangsel 2020 mendatang datang dari orang-orang terdekatnya. Sebagai putri asli Banten, dia mengaku siap jika telah mendapatkan dukungan dari masyarakat. 

"Ya, saya melihatnya lebih pada panggilan sebagai putra-putri Banten. Artinya sebagai putra putri Banten itu tentunya merasa bahwa kita harus memberikan kebermanfaatan kalau memang itu diperlukan," kata Azizah.  "Ya di mana saja. Kebetulan yang digadang-gadang itu di Tangsel 2020," tambahnya. 

Dia menuturkan, kontestasi Pilkada merupakan proses demokrasi, sehingga setiap warga negara punya kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusinya agar bisa menebar manfaat ke daerahnya. "Tapi kita lihatlah,  bagaimana respons masyarakat. Kalau masyarakat  mendukung ya sebagai putra-putri Banten, harus siap bukan hanya saya saja. Itu kan kontestasi yang biasa dilakukan sebagai bagian dari demokrasi. Itu saja sih sebetulnya," ujarnya. 

Terkait komunikasi dengan partai politik, dia mengaku sejauh ini belum ada. Namun dia masih melihat peluang kesamaan visi misi untuk membangun Tangerang Selatan. 

"Ya, didoakan saja, saya kan belum sampai, kita masih terus melihat peluang-peluangnya dengan partai-partai yang memang punya visi yang sama dengan kita," katanya. 

Azizah mengaku, ayahnya, KH Ma'ruf Amin telah memberikan dukungan untuk niatan maju ke Pilwalkot Tangsel. Sebab, prinsip utama KH Ma'ruf Amin adalah manusia yang baik adalah yang memberikan manfaat yang besar. 

"Kalau Abah sih saya lihat sebagai seorang ulama, kalau  memberi manfaat yang besar dan mendapat dukungan masyarakat, prinsipnya orang tua  ya merestui. Insya Allah," ujarnya.
Sebelumnya, saat ditemui tengah mewakili ayahnya menerima anugerah dari Rakyat Merdeka Group, Nur Azizah mengatakan, dirinya siap memberikan dedikasinya untuk kota satelit DKI Jakarta itu. Nur Azizah juga  menjelaskan soal jargon "Tangsel Lebih Maju". Dia ingin menyoroti pembangunan di Banten. 

"Ya memang Banten harus lebih maju, apalagi Tangsel sebagai kota yang sedang membangun. Pemerintah yang sekarang ini sudah membangun landasan pembangunan yang sangat baik," ujarnya. 

Niat maju menggantikan Walikota Airin Rachmi Diany itu juga timbul karena terinspirasi ayahnya yang kini akan melaksanakan tugas sebagai RI 2. "Sangat terinspirasi Abah, kami termotivasi untuk ikut serta memberikan kontribusi kita dalam bentuk karya terbaik kami, untuk bisa memajukan Banten. Itu menjadi motivasi," ujarnya. 

Lalu siapa sebenarnya Siti Nur Azizah? Seperti dikutip dari laman Bimasislam Kementerian Agama (Kemenag), Siti Azizah lahir di Jakarta pada 5 September 1972. Dia merupakan putri pasangan KH Ma'ruf Amin dan Hj Siti Huriyah. Ketika menginjak bangku kuliah, dia juga sempat aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dia menyelesaikan pendidikan S1 hingga S3 di bidang hukum. Dia merupakan doktor hukum lulusan Universitas Dwipayana Jakarta. 

Dia pun memulai karier sebagai PNS di Kemenag. Dia pernah menjabat Kepala Seksi Pembinaan Manajemen Masjid, Subdit Kemasjidan, Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam. Namun kini, putri keempat KH Ma'ruf Amin ini menjabat Kepala Sub-Direktorat Pembinaan Paham Keagamaan Penanganan Konflik.

Siti Azizah juga punya banyak pengalaman berharga untuk bekal terjun di pemerintahan. Salah satunya saat dia mewakili Indonesia melakukan promosi halal di Malaysia. Saat itu dia ikut menangani sertifikasi dan registrasi halal serta berkesempatan ikut menghadiri IMT-GT di Selangor, Malaysia, pada 2008 untuk menjelaskan tentang RUU jaminan produk halal ke forum tersebut bersama Kementerian Pertanian dan Badan Standar Nasional.

Lantas, pada 10 Januari 2019, Siti Azizah dipersunting oleh politikus NasDem, M. Rapsel Ali. Presiden Jokowi pun sempat menjadi saksi untuk pernikahan mereka yang digelar di kawasan Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).   (Gatot Susanto)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ulama-Umara dan Dinasti Politik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel