Tata Cara dan Doa Ketika Sa'i

(foto: jumrah.com)

HAJIMAKBUL.COM - Masih banyak jamaah umrah saat menunaikan ibadah ini tidak tahu tata cara Sa'i. Apalagi bila menyoal etika beribadah di Tanah Suci. Misalnya tahun lalu warganet dihebohkan dengan viralnya video Sa’i sekelompok orang yang menyanyikan lagu secara serempak. Sebagian warganet mempertanyakan perilaku itu dan berpendapat tidak selayaknya dilakukan karena akan mempengaruhi sah dan tidak sahnya ibadah itu. Di sisi lain ada juga yang membelanya.

Saat itu Kepala Bidang Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat H. Masduki Baidlowi, menjelaskan, Sa’i umrah dengan bernyanyi seperti itu bukan masalah sah dan tidak sah. Namun, lebih pada persoalan bagaimana akhlak kita beribadah.

"Akhlak itu melebihi sah dan tak sahnya sebuah ibadah,” katanya. Apa maksudnya?

Ya, menurut dia, menyanyikan lagu saat Sa’i tidak menggugurkan ibadah umrah sebagaimana seseorang shalat yang menggunakan kaus pendek. Namun, itu adalah shalat yang tidak berakhlak. Padahal Nabi diutus ke dunia untuk akhlak.

Ketua Asosiasi Bina Haji dan Umrah (ASBIHU) NU, KH Hafidz Taftazani, juga mengatakan, ibadah umrah harus dilakukan secara benar dan baik. Umrah, lanjutnya, adalah ibadah fi’liyah (fisik) bukan qauliyah (ucapan). Tidak ada bacaan wajib yang harus ucapkan dalam Sa’i. Namun, meski demikian, yang terbaik adalah mengucapkan bacaan-bacaan yang telah dianjurkan Nabi.

Masduki kembali menegaskan, di dalam Sa’i, pada praktiknya banyak yang melakukannya sembari ngobrol atawa sambil menelepon. “Tapi secara akhlak dalam etika, itu bermasalah,” tegasnya.

Karena itu, MUI meminta kepada Kemenag RI untuk melakukan pengetatan dan pengaturan tata cara ibadah umrah. Ia mengaku pernah mendengar bahwa Kemenag tengah menyiapkan sebuah aplikasi android yang memiliki konten tata cara haji dan umrah. Karena kasus tersebut, sebaiknya aplikasi itu segera diluncurkan.

Kiai Hafidz meminta Sa’i semacam itu tidak boleh terulang lagi di masa-masa yang akan datang. “Ini tidak bisa dibiarkan. Ini harus yang terakhir,” tegasnya.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dikabarkan memprotes menyanyi saat Sa’i tersebut. Karena itu, sebaiknya khusyuk saat beribadah, dan tidak melakukan ucapan atau perbuatan di luar tata cara ibadah umrah.


TATA CARA DAN DOA SA'I


Dalam Tatacara ibadah Sa'i disunnahkan untuk berjalan biasa diantara shafa dan Marwa, kecuali di antara dua tiang hijau (melintasi Bathnul Waadi) yaitu kawasan yang terletak di antara bukit Shafa dan bukit Marwah, maka para jama'ah pria disunatkan untuk berlari-lari kecil sedangkan untuk jama'ah wanita berjalan cepat.

Dicantumkan dalam sebuah hadits bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berlari hingga karena cepatnya, sarungnya terbelit sekitar pinggangnya. Dan jika seseorang berjalan tanpa berlari, maka hukumnya boleh.

Sa'id bin Juberi ra berkata: "Saya melihat Ibnu Umar r.a. berjalan di antara Shafa dan Marwa." Lalu Ia melanjutkan kata-katanya lagi: "Jika saya berjalan biasa maka telah saya lihat Rasulullah SAW juga berjalan. Dan jika saya berlari-lari kecil, maka saya juga pernah melihat Rasulullah SAW berlari. Hanya sekarang ini saya sudah tua bangka!".

Hukum sunah itu hanyalah khusus bagi laki-laki, adapun wanita maka tidaklah disunatkan mereka berlari, cukup berjalan seperti biasa. Adapun bagi yang tidak dalam berwudhu dan wanita yang sedang datang haid atau nifas, menurut hukum dalam Ibadah Sa’i adalah boleh dilakukan.

3. DOA SA’I

A. DOA KETIKA HENDAK MENDAKI BUKIT SAFA SEBELUM MULAI SA’I


بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ. أبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ. إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِرْشَعَآئِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ.

Bismillahir-rahmaanir-rahiim. Abda-u bimaa bada-allahu bihi wa rasuuluh, innash-shofaa wal-marwata min sya'aairillahi, faman hajjal-baita awi'tamara falaa junaaha 'alaihi an-yaththawwafa bihimaa, waman tathawwa'a khairan fainnallaha syaakirun 'aliim.

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barangsiapa yang berhaji ataupun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui".

B. DOA DI ATAS BUKIT SAFA KETIKA MENGHADAP KA’BAH

اللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ: اللهُ أَكْبَرُ عَلى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلّهِ عَلَى مَا أَوْلاَنَا. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاشريك لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَنَعْبُدُ إِلاّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil-hamd. Allahu Akbar 'alaa maa hadaanaa wal-hamdu lillahi 'alaa maa aulaanaa. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu biyadihil-khairu wa huwa 'alaa kulli syaiin qodiir. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, anjaza wa'dahu, wa nashara 'abdahu, wa hazamal-ahzaaba wahdahu, laa ilaaha illallahu wa laa na'budu illa iyyaahu mukhlishiina lahud-diina wa law karihal-kaafiruun.

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, ataspetunjuk yang diberikanNya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkanNya kepada kami, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaanNya segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, yang telah menepati janjiNya, menolong hambaNya dan dia sendiri menghancurkan musuh-musuhNya. Tidak ada tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepadaNya dengan ikhlas semata kepadaNya walaupun orang-orang kafir membenci".

C. DOA SA’I PERJALANAN 1 S/D 7 PUTARAN

1. PERJALANAN DARI SAFA KE MARWAH


اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أكْبْرُ. اَللَهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ الْعَظَيْمِ بِحَمْدِهِ الْكَرِيْمِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِِيْلاً لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهً وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَشَيْئَ قَبْلَهُ وَلاَ بَعْدَهُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لاَيَمُوْتُ وَلاَيَفُوْتُ أَبَدًا بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَإِلَيْهِ الْمَصِيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar kabiiran wal-hamdu lillahi katsiiran, wa subhaanallahi l-'azhiimi bukratan wa ashiilan, wa minal-laili fasjud lahuu wa sabbih-hu lailan thawiilan, laa ilaaha illallahu wahdahu, anjaza wa'dahu, wa nashara 'abdahu, wa hazama l-ahzaaba wahdahu, laa syaia qablahu wa laa ba'dahu, yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun daaimun laa yamuutu wa laa yafuutu abadan, biyadihil-khairu wa ilaihil-mashiiru, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan pujianNya yang tak terhingga. Maha Suci Allah Yang Maha Agung di waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian malam, bersujud dan bertasbihlah padaNya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang telah menepati janjiNya, menolong hambaNya dan dia sendiri yang menghancurkan musuh-musuhNya. Tidak ada sesuatu sebelumNya, dan tidak ada sesuatu pun sesudahNya. Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia adalah Maha Hidup kekal tiada mati dan tidak musnah untuk selama-lamnya. Hanya di tanganNyalah terletak kebajikan dan kepadaNyalah tempat kembali dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu".

DOA DI ANTARA DUA PILAR HIJAU

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الاَعَزُّ الاَكْرَمُ.

Rabbighfir warham wa'fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta'lam innaka ta'lamu maa laa na'lamu, innaka antallahul-a'azzul-akram.

"Tuhanku, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguh Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah".

KETIKA MENDEKATI BUKIT MARWAH


إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَأئِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَ جَنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ.

Innash-shofaa wa l-marwata min sya'aairillahi, faman hajja l-baita awi'tamara falaa junaaha 'alaihi an-yaththawwafa bihimaa, waman tathawwa'a khairan fainnallaha syaakirun 'aliim.

"Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barangsiapa yang berhaji ataupun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui".

2. PERJALANAN KE 2 DARI MARWAH KE SAFA

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ الْفَرْدُ الصَّمَدُ، الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيْكٌ فىِ الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا.
اللّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ اُدْعُوْنِيْ اَسْتَجِبْ لَكُمْ دَعَوْنَاكَ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا كَمَا وَعَدْتَنَا إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ. رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِيْ لِلإِِْ يْمَانِ أَنْ اَمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاَمَنَّا. رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفًّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ. رَبَّنَا وَاَتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَتُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَا مَةِ إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ. رَبَّناَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلإِخْوَنِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانَ وَلاَتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلاَّ لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْ رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفُ رَّحِيْمَ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil-hamd. Laa ilaaha illallahul-waahidul-fardush-shomadu, alladzii lam yattakhidz shoohibatan wa laa waladan, wa lam yakun lahuu syariikun fil-mulki, wa lam yakun lahuu waliyyun minadz-dzulli wa kabbirhu takbiiran. Allahuumma innaka qulta fii kitaabikal-munzali, ud'uunii astajib lakum, da'aunaaka rabbanaa faghfir lanaa kamaa wa'adtanaa, innaka laa tukhliful-mii'aad. Rabbanaa innanaa sami'naa muniaadiyan yunaadii lil-iimaani an aaminuu birabbikum fa aamannaa. Rabbanaa faghfir lanna dzunuubanaa wa kaffir 'annaa sayyi-aatinaa wa tawaffanaa ma'al-abraar. Rabbanaa wa aatinaa maa wa'adtanaa 'alaa rusulika wa laatukhzinaa yaumal-qiyaamati, innaka laa tukhlifu l-mii'aad. Rabanaa 'alaika tawakkalnaa wa ilaika anabnaa wa ilaikal-mashiir, Rabana-ghfir lanaa dzunuubanaa wa li ikhwaaninal-ladziina sabaquunaa bil-iimaani, wa laa taj'al fi quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur-rahiim.

"Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allah-lah segala pujian. Tidak tuhan selain Allah yang Maha Esa, Tunggal, dan tempat bergantung, tidak beristeri dan tidak beranak, tidak ada sekutu dalam kekuasaan, tidak menjadi pelindung kehinaan. Maka agungkanlah Dia dengan segenap kebesaran. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam Qur'anMu: "Berdoalah kepadaKu niscaya akan Kuperkenankan bagimu", sekarang kami berdo'a kepadaMu wahai Tuhan kami, maka ampunilah kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan kepada kami, sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. Ya Allah, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal, dan hanya kepada Engkaulah tempat kembali. Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa semua saudara kami seiman yang telah mendahului kami dan jangan Engkau jadikan kedengkian dalam kalbu kami terhadap mereka yang telah beriman, wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang".

DOA DI ANTARA DUA PILAR HIJAU

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ لْأَعَزُ الْأَكْرَمُ.

Rabbighfir warham wa'fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta'lam innaka ta'lamu maa laa na'lamu, innaka antallahul-a'azzul-akram.

"Tuhanku, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguh Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah".

DOA MENDEKATI BUKIT SAFA


إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَأئِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَ جَنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ

Innash-shofaa wa l-marwata min sya'aairillahi, faman hajja l-baita awi'tamara falaa junaaha 'alaihi an-yaththawwafa bihimaa, waman tathawwa'a khairan fainnallaha syaakirun 'aliim.

"Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barangsiapa yang berhaji ataupun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui".

3. PERJALANAN KE 3 DARI SAFA KE MARWAH


اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ. رَبَنَا أَتمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ عَاجِلَهُ وَاَجِلَهُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,wa lillahi l-hamd. Rabanaa atmim lanaa nuuranaa waghfir lanaa, innaka 'alaa kulli syai-in qadiir. Allahumma innii as-alukal-khaira kullahu, 'aajilahu wa aajilahu, wa astaghfiruka li dzanbii, wa as'aluka rahmataka ya arhamar-raahimiin.

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allah segala pujian. Wahai Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya terang bagi kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon padaMu segala kebaikan yang sekarang dan masa yang akan datang, dan aku mohon ampunan padaMu akan dosaku, serta aku mohon padaMu rahmat rahmatMu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih".

DOA DI ANTARA DUA PILAR HIJAU

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الاَعَزُ الاَكْرَمُ.

Rabbighfir warham wa'fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta'lam innaka ta'lamu maa laa na'lamu, innaka antallahul-a'azzul-akram.

"Tuhanku, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguh Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah".

DOA MENDEKATI BUKIT MARWAH


إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَأئِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَ جَنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ

Innash-shofaa wal-marwata min sya'aairillahi, faman hajjal-baita awi'tamara falaa junaaha 'alaihi an-yaththawwafa bihimaa, waman tathawwa'a khairan fainnallaha syaakirun 'aliim.

"Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barangsiapa yang berhaji ataupun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui".

4. PERJALANAN KE 4 DARI MARWAH KE SAFA


اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ أَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَاتَعْلَمُ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاتَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ مَاتَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الاَمِيْنْ. اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِيْ ِلْلاِسْلاَمِ أَنْ لاَتَنْزِعَهُ مِنِّيْ حَتَّى تَتَوَفَّنِيْ وَأَنَامُسْلِمٌ، اللّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا. اللّهُمَّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْلِيْ أَمْرِيْ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الأَمْرِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ. اللّهُمَّ إِنِيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فىِ اللَّيْلِ وَشَرِّ مَايَلِجُ فىِ النَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ مَاتَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. سُبْحَانَكَ مَاعَبَدْنَاكَ حَقَّ عِبَادَ تِكَ يَااَللهُ سُبْحَانَكَ مَاذَكَرْنَاكَ حَقَّ ذِكْرِكَ يَااَللهُ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil-hamd,. Allahumma innii as'aluka min khairi maa ta'lamu, wa a'uudzubika min syarri maa ta'lamu, wa astaghfiruka min kulli maa ta'lamu, innaka anta 'allamu l-ghuyuub. Laa ilaaha illallahul-malikul-haqqul-mubiin, Muhammadur -rasuulullahish- shaadiqul-wa'dil-amiin. Allahumma inni as'aluka kamaa hadaitanii lil-islaam an laa tanzi'hu minni hattaa tatawaffaanii wa ana muslim. Allahumma j'al fii qalbii nuuran wa fii sam'ii nuuran, wa fii basharii nuura. Allahumma- syrah lii shadrii wa yassir lii amrii, wa a'uudzu bika min wasaawisi sh-shodri wa syataatil-amri wa fitnatil-qobri. Allahumma innii a'uudzu bika min syarri maa yaliju fi l-laili wa syarri maa yaliju fin-nahaari, wa min syarri maa tahubbu bihi r-riyaahi yaa arhamar-raahimiin. Subhaanaka maa 'abadnaaka haqqa 'ibadaatika yaa Allah, subhaanaka maa dzakarnaaka haqqa dzikrika yaa Allah.

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allah segala pujian. Ya Allah, sesunguhnya aku mohon padaMu dari kebaikan yang Engkau tahu, dan berlindung padaMu dari kejahatan yang Engkau tahu, dan aku mohon ampun padaMu dari segala kesalahan yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghaib. Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Raja yang sebenar-benarnya. Muhammad utusan Allah yang selalu menepati janji lagi terpercaya. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah menunjuki aku memilih Islam, maka aku mohon kepadaMu untuk tidak mencabutnya, sehingga aku meninggal sebagai seorang muslim. Ya Allah, berilah cahaya terang dalam hati, telingan dan penglihatanku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah bagiku segala urusanku. Dan aku berlindung padaMu dari kegundahan dada dan kekacauan urusan dan fitnah kubur. Ya Allah, aku berlindung padaMu dari kejahatan yang tersembunyi di waktu malam dan siang hari, serta kejahatan yang dibawa angin lalu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih. Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyembahMu dengan pengabdian semestinya, ya Allah. Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyebutMu dengan semestinya, ya Allah".

DOA DI ANTARA DUA PILAR HIJAU


رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الاَعَزُ الاَكْرَمُ.

Rabbighfir warham wa'fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta'lam innaka ta'lamu maa laa na'lamu, innaka antallahul-a'azzul-akram.

"Tuhanku, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguh Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah".

DOA MENDEKATI BUKIT SAFA

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَأئِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَ جَنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ

5. PERJALANAN KE 5 DARI SAFA KE MARWAH


اللهُ اَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اَللَهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ سُبْحَانَكَ مَاشَكَرْنَاكَ حَقَّ شُكْرِكَ يَااَللهُ سُبْحَانَكَ مَاأَعْلَى شَأْنَكَ يَااَللهُ، اللّهُمَّ جَبِّبْ إِلَيْنَا الإِيْمَانَ وَزَيِنْهُ فِيء قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُرْقَ وَالْعِصْيَانَ وَجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahi l-hamd. Subhaanaka maa syakarnaaka haqqa syukrika yaa Allah, subhaanaka maa a'alaa sya'nuka yaa Allah. Allahumma habbib ilainal-iimaana wa zayyinhu fii quluubinaa, wa karrih ilainal-kufra wal-fussuqa wal-'ishyaan, waj'alnaa minar-raasyidiin.

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan hanya bagi Allah segala pujiaan. Maha Suci Engkau, kami tidak mensyukuriMu dengan syukur yang semestinya, ya Allah. Maha Suci Engkau, alangkah Agung ZatMu, ya Allah. Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan hiaskanlah di hati kami. Tanamkan kebencian bagi kami kepada perbuatan kufur, fasiq dan durhaka. Jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang mendapat petunjuk".

DOA DIANTARA DUA PILAR HIJAU


رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ لْأَعَزُ الْأَكْرَمُ.

DOA MENDEKATI BUKIT MARWAH

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَأئِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَ جَنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ

6. PERJALANAN KE 6 DARI MARWAH

اللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَحْدَهُ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَنَعْبُدُ إِلاّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.
اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقىَ وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى اللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ نَقُوْلُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقَوْلُ اَللّهُمَّ إِنِيْ أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مْنْ قَوْلٍ أَوْفِعْلٍ أَوْعَمَلٍ. اللّهُمَّ بِنُوْرِكَ اهْتَدَيْنَا وَبِفَضْلِكَ اسْتَغْنَيْنَا وَفِيْ كَنَفِكَ وَإِنْعَامِكَ وَعَطَائِكَ وَاِحْسَانِكَ أَصْبَحْنَا وَأَمْسَيْنَا أَنْتَ اْلاَوَّلُ فَلاَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَاْلاَخِرُ فَلاَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَالظَّا هِرُ فَلاَ شَيْءَ فَوْقَكَ وَالْبَاطِنُ فَلاَ شَيْءَ دُوْنَكَ نَعُوْذُبِكَ مِنَ الْفَلَسِ وَالْكَسَلِ وَعَذَابِ الْقَبِرِ وَفِتْنَةِ الْغِنَى وَنَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamd. Laa ilaaha illallahu wahdahu, shadaqa wa'dahu, wa nashara 'abdahu, wa hazamal-ahzaaba wahdahu. Laa ilaaha illallah wa laa na'budu illaa iyyahu mukhlishiina lahud-diin, wa lau karihal-kaafiruun. Allahumma inni as-alukal-hudaa, wat-tuqaa, wal-'afaaf, wal-ghinaa. Allahumma lakal-hamdu kal-ladzzi naquul, wa khairan min maa naquul. Allahumma innii as-aluka ridhaaka wal-jannah, wa a'uudzu bika min sakhathika wan-naar, wa maa yuqarribunii ilaihaa min qaulin au fi'lin au 'amal. Allahumma binuurika ihtadainaa, wa bifadhlika istaghnainaa wa fii kanafika wa in'aamika wa 'athaaika wa ihsaanika ashbahnaa wa amsainaa. Anta l-awwalu falaa qablaka syaiun, wa l-aakhiru falaa ba'daka syai-un, wazh-zhaahiru falaa syaia fauqaka, wal-baathinu falaa syai-a duunaka, na'uudzu bika minal-falasi wal-kasali, wa adzaabil-qabri wa fitnati-ghinaa, wa nas'alukal-fauza bil-jannah.

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan hanya bgai Allah segala puji. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janjiNya, menolong hambaNya,dan dia sendiri yang mengalahkan musuh-musuhNya. Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain Dia dengan memurnikan kepatuhan kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir membencinya. Ya Allah, aku mohon padaMu petunjuk, ketakwaan, pengendalian diri dan kekayaan. Ya Allah, padaMulah segala puji seperti yang kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari yang kami ucapkan. Ya Allah, aku mohon padaMu dari murkaMu dan siksa neraka dan apapun yang dapat mendekatkan daku kepadanya, baik ucapan maupun amal perbuatan. Ya Allah, hanya dengan cahayaMu kami mendapat petunjuk, dengan pemberianMu kami merasa cukup, dan dalam naunganMu, nikmatMu, anugerahMu dan kebajikanMu jualah kami ini berada di waktu pagi dan petang. Engkau yang mula pertama, maka tak ada sesuatupun yang ada sebelumMu, Engkau pula yang paling akhir, maka tak ada sesuatupun yang ada sesudahMu. Engkaulah Yang zhahir, maka tak ada sesuatupun diatas Engkau. Engkau pula yang bathin, maka tak ada sesuatupun dibawahMu. Kami berlindung padaMu dari kepailitan, malas, siksa kubur dan fitnah kekayaan serta kami mohon padaMu kemenangan memperoleh surga".

DOA DIANTARA DUA PILAR HIJAU

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ لْأَعَزُ الْأَكْرَمُ.

DOA MENDEKATI BUKIT MARWAH

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَأئِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَ جَنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ

7. PERJALANAN KE 7 DARI SAFA KE MARWAH

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، اللّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قَلْبِيْ وَكَرِّهْ إِلَيَّ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَنِيْ مِنَ الرَّاشِدِيْنَ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar kabiira, walhamdu lillahi katsiira. Allahumma habbib ilayyal-iimana wa zayyinhu fii qalbii wa karrih ilayyal-kufra wal-fusuuqa wal-'ishyaan, waj'alnii minar-raasyidiin.

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan kebesaranNya. Dan segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang tak terhingga. Ya Allah, cintakanlah aku pada iman dan biarkanlah ia menghiasi hatiku, tanamkan kebencian pada diriku terhadap perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka, serta masukkanlah aku kedalam golongan orang yang mendapat petunjuk".

DOA DIANTARA DUA PILAR HIJAU

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ لْأَعَزُ الْأَكْرَمُ.

DOA MENDEKATI BUKIT MARWAH

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَأئِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَ جَنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ

Refrensi:
http:www.nu.or.id
http:www.edped3.blogspot.com
http://perjalananumroh.com/
http://www.denahajiumroh.com/
http://media.ikhram.com/




Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tata Cara dan Doa Ketika Sa'i"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel