Heboh Kimi Hime, Derita Mahrurin, dan Kepedulian Kita

Foto: detik.com

"Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.“ (QS. At-Taubah: 55)

Foto:bola.com

HAJIMAKBUL.COM - Maaf sebelumnya, saya membaca berita detik.com hari ini 27 Juli 2019  lalu ingin membandingkan dua berita yang menurut saya menarik karena kontras. Sesuatu yang patut kita renungkan bersama. 

Pertama judul berita itu "True Story,
Demi Sesuap Nasi, Mahrurin Tetap Narik Ojol Meski Digerogoti Kanker Payudara". Kedua, berita dengan judul "Fantastis! Youtuber Kimi Hime Raup Penghasilan Ratusan Juta Rupiah". 

Saya sebut kontras karena bagai langit dan bumi. Mahrurin mati-matian cari duit dengan narik ojol yang umumnya pekerjaan kaum pria tapi hasilnya mungkin di bawah Rp 10 juta sebulan. Sebaliknya Kimi Hime, maaf, dengan tampil sexy sebagai youtuber game, bisa meraup sekitar Rp 250 juta sebulan. Berita soal perjuangan Mahrurin saya sertakan dalam tulisan ini, sementara soal Kimi Hime saya ambilkan dari portal lain.

Saya bukan ingin membahas soal ketidakadilan Tuhan sebab Tuhan berkehendak dengan caranya sendiri terhadap manusia. Lebih dari itu, bicara ketidakadilan Tuhan bisa menggelincirkan iman kita. Sebab Tuhan Maha Adil.

Yang perlu direnungkan adalah ketidakadilan manusia. Kecerobohan kita dalam menghadapi manusia lain, seperti Mahrurin dan Kimi Hime. Sama dengan Mahrurin, Kimi Hime bisa berjaya di YouTube karena bantuan kita yang men-SUBSCRIBE-nya. Bahkan setiap hari ada ribuan subscribe baru. Artinya, dia mendapat pelanggan atau penonton baru setiap hari dalam jumlah yang banyak. 

Lalu apa daya tariknya? Mungkin permainan game nya tapi banyak gamer andal juga tidak bisa meraup pelanggan sebanyak Kimi Hime. Dalam kaitan itu akhirnya muncul kesimpulan video Kimi Hime menarik karena sekwilda dan bupatinya. 

Banyak yang menonton videonya yang bupati alias buka paha tinggi-tinggi dan sekwilda alias sekitar wilayah dada---hingga ditegur oleh DPR dan Kementerian Kominfo karena menjurus pornografi.

Kita barter dengan Kimi Hime. Kita dapat hiburan melihat keseksian tubuh perempuan ini, Kimi Hime dapat subscribe dan jam tonton yang berujung banyaknya iklan dan membuat tebal kantongnya. Yang jelas, tanpa subscriber video Kimi Hime tak ada yang menonton dan pendapatan iklannya pasti anjlok.

Sementara video acara pengajian, liputan anak yatim, tutorial keagamaan tidak banyak subscribernya. Kecuali para ulama besar dan terkenal yang mengisi pengajian tersebut. Padahal kajian dalam video ini bisa jadi lebih bermakna ketimbang video Kimi Hime. Artinya, kita enggan membantu acara/kegiatan/video yang lebih bermakna seperti yang sudah dilakukan pada Kimi Hime, dengan men-subscribenya. Apalagi membantu beramal untuk penyembuhan orang seperti Mahrurin.

Saya ingin katakan, marilah kita membantu orang-orang seperti Mahrurin yang jumlahnya sangat banyak. Membantu dengan donasi, menyisihkan sebagian rezeki, untuk mereka. Atau paling tidak, bila ada gerakan donasi untuk orang seperti Mahrurin, kita ikut membantu share ke media sosial kita agar lebih banyak lagi orang membantu dan peduli pada kaum dhuafa. Tujuannya agar derita mereka tidak berlebihan. Harus ada orang yang meringankan penderitaannya. Siapa lagi kalau bukan kita!

Manusia yang baik adalah yang memberi manfaat pada manusia lain. Lebih dari itu juga terlibat menjaga keseimbangan alam. Jangan sampai ada yang terlalu kaya seperti Kimi Hime misalnya dan jangan sampai ada yang terlalu menderita.

Soal kaya miskin adalah urusan Tuhan. Allah SWT memberi kemudahan rezeki hingga seseorang jadi kaya sebagai ujian. Sebaliknya kemiskinan juga sama sebagai ujian. Manusia muliandi mata Allah bukan dilihat dari kaya miskinnya tapi dari ketakwaannya. Lulus dua ujian itu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, ‘Rabbku telah memuliakanku.’ Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, ‘Rabbku menghinaku.’ Sekali-kali tidak (demikian).” (QS. Al-Fajr: 15-17)

Kisah Seorang Ojol 

Selanjutnya saya ingin kutipkan lengkap berita soal Mahrurin dari detik.com barangkali ada yang tergerak membantunya. Juga berita soal Kimi Hime dari portal solopos.com dan yang lain barangkali patut jadi renungan bersama. Maaf tulisannya jadi panjang.

Begini selengkapnya:

Divonis kanker payudaramungkin bagi beberapa wanita terasa seperti vonis mati. Namun tidak bagi wanita tangguh asal Jambi ini. Meski divonis kanker payudara stadium tiga, Mahrurin Anita (44) tetap mencari nafkah dengan menjadi driver ojek online (ojol).


Dikisahkan kepada detikHealth, semuanya bermula pada tahun 2015 lalu. Kala itu Mahrurin sedang memboncengkan dua wanita dengan keadaan darurat ke rumah sakit. Kedua wanita tersebut bercerita pada Mahrurin bahwa ingin mengecek payudara mereka yang sering terasa sakit.

Mendengar hal tersebut, Mahrurin yang juga kerap merasakan gejala yang sama tersentil untuk ikut memeriksakan diri. Gejala itu udah sangat sering ia rasakan di salah satu payudaranya, namun ia memutuskan untuk mengabaikannya saja.

Tak disangka justru usai ikut memeriksakan payudaranya, Mahrurin malah menerima vonis bahwa ia terserang kanker payudara. Ironisnya, ketika ia menghubungi kedua wanita yang menjadi penumpangnya saat itu, mereka mengabarkan bahwa hasil mereka negatif.


Kabar tersebut membuat Mahrurin dan juga suaminya, Hamzah (46) sangat terpukul. Sempat drop, Mahrurin memberanikan diri untuk menjalani biopsi di RS Islam Arafah Jambi. Tetapi mendengar saran dokter untuk menjalani operasi pengangkatan membuat Mahrurin sangat ketakutan.

"Sangat takut beliau itu kalau ke dokter. Jadi akhirnya 2015 sampai 2019 ini ia hanya membiarkan dan berobat ke alternatif saja. Tidak secara medis. Sama untuk menghilangkan nyeri, dia minum obat asam mefenamat. Cuma itu aja yang dia minum terus," kata Achmad Naufal, Head of Marketing Communication Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jambi, yang membantu menangani pengobatan Mahrurin, melalui sambungan telepon, Jumat (26/7/2019).

Tak hanya itu, Mahrurin juga masih meneruskan pekerjaannya sebagai driver ojol meski ia sedang mengidap kanker payudara. Bukan sok tangguh, namun hal ini ia lakukan lantaran sumber pendapatan hanya datang dari pekerjaan ia dan suaminya sebagai driver ojol.

Sang suami juga sudah pernah memintanya untuk berhenti menjadi driver ojol. Tetapi, untuk menghidupi kedua anaknya yang masih SMP dan keadaan ekonomi yang mengharuskannya masih menumpang tinggal di rumah saudara, tidak dapat tertutupi hanya dengan pendapatan dari Hamzah. Mau tidak mau, Mahrurin harus tetap 'turun ke lapangan'.

Mahrurin juga dengan sengaja tidak memberitahukan kondisinya pada orang-orang terdekat. Menurut Naufal, Mahrurin beralasan ia tak ingin merepotkan orang lain karena kondisinya tersebut.



"Dia aja kalau misal lagi nyetir, terus ada kayak polisi tidur atau ya grenjel-grenjel jalan gitu atau jalan yang nggak bagus, nah dia tuh, maaf ya, sambil megangin payudaranya agar nahan sakit. Jadi dia selalu menjelaskan setiap bawa customer 'Maaf, Pak, kalau jalannya agak rusak, kita jalannya agak lambat ya'," lanjut Naufal.

Empat tahun tanpa pengobatan medis dan tetap memaksa kerja tentu menyebabkan kondisinya tak kunjung membaik. Kini dikabarkan kankernya telah menyebar ke sisi lainnya dan kulit di payudaranya sudah mengeras.

Naufal dan tim ACT menjumpai Mahrurin lewat laporan temannya dan berniat akan membantu dan mendukungnya sembuh. Dukungan mental lebih dibutuhkan Mahrurin agar kuat dan mau menjalani operasi pengangkatan tumor kanker payudara.

"Saya salut sama Bunda Mahrurin karena dia itu gigih. Meskipun dia harus menahan sakit, tapi dia tetap saja ngojek. Kadang-kadang diminta istirahat dua-tiga hari karena memang sakit banget, setelah itu ngojek lagi. Bunda ini juga orangnya nggak bisa diem, kalau diem di rumah malah semakin terasa sakitnya. Dia nggak pengin dilihat orang kayak orang sakit," katanya lagi.

Berkat seluruh dukungan dari orang sekitar dan tim ACT, Mahrurin menyanggupi untuk menjalani operasi. Dijadwalkan pada akhir Agustus nanti, sayangnya tak semua biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS. Pendapatan Mahrurin dan Hamzah tidak akan cukup untuk melunasi biaya tersebut.

"Bekerja sebagai driver ojol bukan jadi halangan untuk tetap berjuang sembuh dari kanker, saya ingin anak-anak melihat ibunya sehat," tutur Mahrurin.


Kisah Kimi Hime

Sementara itu Youtuber Kimberly Khoe alias Kimi Hime dengan 2,2 juta subsribe sedang menghadapi masalah kontennya yang dinilai menjurus pornografi.

Kimi juga menanggapi keras pernyataan Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu. Kimi mempertanyakan pernyataan Ferdinandus yang disebutnya menjurus ke arah fitnah.

Seperti diketahui Kimi Hime menjadi sorotan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) lantaran video unggahannya yang dianggap menjurus ke arah pornografi. Pemanggilan terhadap Kimi Hime dilakukan setelah Kemenkominfo mendapat aduan dari Komisi I DPR. 

Di awal penelusurannya, Kemenkominfo memandang video Kimi Hime belum melanggar Undang-Undang Pornografi. Namun setelah diselediki lebih lanjut, ada beberapa yang dinilai vulgar dari segi kacamata pemerintah.

"Secara umum, tidak (melanggar), tetapi ada beberapa konten yang menurut pemantauan kami sudah memenuhi unsur vulgar," kata Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, kepada Detik.com, Rabu (24/7/2019).

Dalam keterangannya Ferdinandus juga menyebut konten yang diunggah Kimi Hime juga memuat adegan membuka baju. Hal inilah yang membuat Kimi Hime meradang.

Di Instagram Stories Kimi mempertanyakan pernyataan Ferdinandus. "Di video apa, kapan, dan detik berapa Kimi membuka baju?" katanya. "Kalau emang ga ada, ini bukan namanya fitnah dan ada di undang-undang?" pungkas Kimi.

Dalam lanjutan postinganya di IG Stories, Kimi mengunggah unsur-unsur pasal 311 ayat 1 KUHP. Seperti diketahui, pasal 311 KUHP mengatur tentang ancaman bagi yang melalukan kejahatan pencemaran nama baik dan fitnah.

Sekarang giliran KemenKominfo membuktikan tuduhannya. Bahkan bisa membawa kasus ini ke ranah hukum.

Kimi memang ngetop. Bayangkan siap harinya channel YouTube Kimi Hime mendapatkan ratusan ribu view. Bahkan dari situs analisis Socialblade, rata-rata view hariannya bisa lebih dari 300 ribu view.

Jumlah view ini terus bertambah karena tiap harinya, Kimi Hime mendapatkan penambahan subscriber. Bahkan rata-rata tiap hari, ia mendapatkan penambahan 4 ribu subscriber baru.

Dari data-data di atas, juga bisa diperkirakan berapa pendapatan Kimi Hime dari iklan di YouTube tersebut. Pastinya penasarankan?

Socialblade memperkirakan pendapatan Kimi Hime perbulan antara 2,4 ribu dolar AS atau Rp 33,6 juta hingga 38,8 ribu dolar AS atau Rp 543 jutaan.

Sedangkan menurut Noxnifluencer, estimasi atau perkiraan pendapatan Kimi Hime dari iklan YouTube sekitar 17,9 ribu atau Rp 250 juta perbulan. (Gatot Susanto)



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Heboh Kimi Hime, Derita Mahrurin, dan Kepedulian Kita"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel