Qadha Puasa Ramadhan di Hari Senin Kamis, Boleh Atau Tidak?




 Alhamdulillah kita dipertemukan lagi dengan Bulan Suci Ramadhan. Kali ini Ramadhan 1440 Hijriyah. Untuk mengisi bulan paling mulia itu Redaksi menurunkan konsultasi agama yang diasuh oleh mantan Direktur ASWAJA CENTER PWNU Jatim  KH Abdurrahman Navis Lc, MHI tentang beragam topik keagamaan. 




Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz Navis yang terhormat, saya ibu rumah tangga ingin menanyakan masalah qadha puasa Ramadhan. Sebagai seorang wanita yang diberi siklus haid tiap bulan, saya selalu mempunyai ‘utang puasa’ di bulan Ramadhan. Nah, saya terbiasa meng-qadha utang puasa Ramadhan itu pada hari Senin dan Kamis. Saya memilih dua hari yang dikenal untuk puasa sunnah Senin Kamis itu, karena alhamdulillah hari itu suami saya puasa sunnah Senin Kamis. Sebagai istri, saya senang ada yang menemani berpuasa meskipun puasanya berbeda. Serasa ringan gitu.

Tapi, tetangga saya bilang, nyaur puasa wajib (qadha) itu tidak boleh pas waktunya puasa sunnah Senin Kamis. “Kalau nyaur ya nyaur, harus di hari di luar Senin Kamis atau di luar waktu-waktu puasa sunnah,” katanya kepada saya, Ustadz. Saya tidak habis pikir, barang kali dia mengira saya berniat dua, puasa qadha Ramadhan dan puasa sunnah Senin Kamis. Padahal, saya niat puasa qadha saja, Ustadz.
Nah, bagaimana ini, Ustadz Navis? Saya mohon penjelasannya. Terima kasih.
Wassalam,

Aliyah,
Sidoarjo.-

Jawaban:

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu Aliyah yang saya hormati. Alangkah bahagianya ibu bersama suami yang dapat mengerjakan ibadah bersama bukan hanya yang wajib tapi juga yang sunnah bukan hanya dilandasi dunia tapi juga agama, semoga keluarga ibu menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.
Memang bagi wanita yang punya hutang puasa di bulan Ramadhan karena haidl itu wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadits dari Siti ‘Aisyah yang menjawab pertanyaan sahabiyah tentang hal itu. Beliau berkata:

كنا نومر بقضاء الصوم ولا نومر بقضاء الصلاة

Artinya: “Kami diperintah (oleh Rasulullah) mengganti puasa dan tidak diperintah mengganti shalat”. Artinya bagi wanita yang tidak puasa di bulan Ramadhan karena haidl maka wajib menggantinya tapi wanita yang tidak shalat karena haidl tidak wajib menggantinya karena masyaqqah”.

Sebenarnya boleh mengqadla puasa Ramadhan pada hari apa saja sejak bulan Syawal sampai bulan Sya’ban termasuk pada hari Senin dan Kamis. Namun yang berbeda pendapat ulama, apakah kalau puasa Senin Kamis sekaligus niat qadla puasa itu sah bahkan bisa menggabungkan dua niat qadla dan sunnah dengan mendapat dua pahala?

1)        Menurut pendapat ulama Syafiyyah seperti Ibnu Hajar, Ar Ramli, Al Kurdi, Al Barizi dan sebagian lajnah fatwa Saudi Arabiyah bahwa bagi seorang yang sudah biasa puasa sunnah seperti Senin Kamis kemudian pada hari itu diniatkan puasa qadla’, maka tetap mendapatkan pahala puasa sunnah sekaligus gugur hutang puasanya. Alhamdulillah. Tidak ada salahnya berpuasa pada hari Senin-Kamis untuk mengqadha' puasa Ramadhan yang tertinggal, dengan syarat puasa dilakukan dengan niat mengqadha puasa. 

Mudah-mudahan anda mendapat dua ganjaran sekaligus, ganjaran melakukan Qadha' dan ganjaran melakukan puasa sunat, dan fadhilat yang Allah berikan itu luas. Walaupun jika anda hanya mendapat ganjaran mengqadha' puasa, adalah utama, kerana mengqadha' puasa adalah lebih berhak dari melakukan puasa sunat. Akan tetapi jika kamu berniat melakukan puasa sunat dan tidak berniat melakukan qadha', maka kamu masih belum memenuhi tuntutan kefarduan. Maka masih wajib melakukan qadha' puasa Ramadhan. Wa Allahu 'alam dan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya[11]." -[Fataawa al-Lajnah al-Daa’imah, 10/383].
[I’anah Tahalibin.2/252. Fath al wahhab.1/206. Bughyah al mustarsydin. 113. Fataawa al-Lajnah al-Daa’imah, 10/383].

2)        Pendapat Syekh bin Baz mufti Saudi Arabia: “Tidak boleh melakukan puasa sunnah dengan dua niat sekaligus yaitu dengan niat qodho’ puasa dan niat puasa sunnah”.

Ibu Aliyah yang saya muliakan. Jadi, boleh saja dan tidak dilarang mengqadla puasa pada hari Senin dan Kamis atau di hari lain, namun hendaknya tetap niat qadla’ puasa Ramadhan bahkan menurut sebagian pendapat ulama jika sudah biasa puasa Sunnah Senin Kamis akan mendapatkan dua pahala yaitu pahala qadla dan pahala sunnah. Wallahu a’lam bisshawab. (*)




Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " Qadha Puasa Ramadhan di Hari Senin Kamis, Boleh Atau Tidak?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel