Umrah 10 Hari Ramadhan: Berburu Lailatul Qadar Ibadahnya Lebih Syahdu

Robiul Usman dan istri di Masjidil Haram.
Video jamaah umrah Ramadhan kiriman teman via Whatsapp.


HAJIMAKBUL.COM -  Haji Robiul Usman dan istri asal Jombang, Jawa Timur, serta 66 jamaah lain dari PT AUFA DUTA TRAVEL merasa sangat kecil di antara jutaan jamaah umrah yang tumplek blek di Tanah Suci Makkah. Sungguh, luar biasa. Sejak awal Ramadhan, kota suci Makkah dan Madinah sangat padat. Bahkan, lebih pada ketimbang musim haji.


“Rombongan saya ada 50 orang, lalu ditambah lagi yang menyusul tiga hari kemudian 18 orang. Jadi semua 68 orang. Kami kesulitan misalnya untuk mencium Hajar Aswad sebab jamaahnya sangat banyak. Kami harus punya strategi waktu untuk bisa sholat di Hijir Ismail maupun mencium Hajar Aswad,” kata Robiul Usman yang umrah kali ini full selama Ramadhan. Jamaah AUFA DUTA TRAVEL insya Allah berlebaran Idul Fitri di tanah suci.

Umrah Ramadhan merupakan tantangan tersendiri bagi jamaah. Apalagi musim umrah dan Ramadhan kali ini suhunya sangat panas.

“Suhu di tanah suci sangat panas. Suhu di siang hari sampai 48 - 49 derajat celcius. Kami umrahnya jam 7 ngambil mikot langsung thawaf. Memang suhu sangat panas, tapi Alhamdulillah walau panas tak terasa sebab lantai di sekeliling Kakbah tidak panas sama sekali. Hanya silau saja. Kalau sa’i nya kan dalam gedung malah tidak terasa panas sama sekali,” kata Robiul Usman.

Selain itu, kata dia, kota Makkah sempat pula diguyur hujan deras. “Kemarin hujan lumayan lebat menjelang Maghrib. Suasana sejuk. Jamaah setiap saat memang full. Melebihi jamaah haji. Jamaah mulai di sekeliling Kakbah sampai lantai empat. Semua full orang thawaf, apalagi sekarang 10 hari terakhir Ramadhan malah tak karuan ini banyak rombongan jamaah yang berdatangan untuk ngambil paket 10 hari terakhir,” katanya.

Ustad Nur Fakih, salah seorang takmir Masjid Agung Gresik yang pernah merasakan umrah di 15 hari terakhir Ramadhan membenarkan bila saat 10 hari terakhir Ramadhan jamaah umrah memenuhi semua sudut di Masjidil Haram. Bahkan Kota Makkah pun penuh. Begitu pul Kota Madinah.

Kondisinya, kata dia, melebihi banyaknya jamaah haji. Mengapa?

Menurut Ustad Nur Fakih, hal itu karena penduduk Arab Saudi sendiri juga melakukan umrah dan itikaf di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Orang Arab akan turun ke Makkah saat malam 29 sebab menganggap Lailatul Qadar turun pada malam 29.

”Sama dengan di Indonesia. Hadis Nabi menyebut carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan. Jadi setiap malam ganjil sangat ramai. Apalagi malam 29, semua penduduk Makkah dan Madinah turun ke masjid paling mulia itu. Saya sendiri merasakan syahdunya ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan. Rasanya sangat berbeda, lebih khusyuk, lebih syahdu,” katanya. (gatot susanto)


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Umrah 10 Hari Ramadhan: Berburu Lailatul Qadar Ibadahnya Lebih Syahdu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel