Mati Tertawa Ala Pak Haji



Pesawat Delay


HAJI MAKBUL.COM - Karena ada kerusakan teknis, pesawat rombongan haji dari Bandara Soekarno Hatta menuju Jeddah tidak segera take off alias terlambat terbang. Sementara jamaah calon haji sudah berada di pesawat cukup lama.

Adalah Karliyah, ibu setengah baya ini rupanya tertidur lelap di pesawat tersebut. Maklum semalam di Asrama Haji Pondok Gede dia tidak bisa tidur nyenyak lantaran membayangkan cepat sampai di Mekkah. Dia pun mencoba tidur.

"Wah kok lama ya delay-nya," kata Markonah, teman satu rombongan haji Karliyah.

"Siapa yang makan dele, Nah?" jawab Karliyah sekenanya.

"Delay, Yah! Pesawatnya delay!" jawab Markonah.

Karliyah pun terbangun sambil terkaget-kaget sebab merasa salah pesawat.

"Apa, kita menumpang pesawat dele? Mengapa gak bawa jagung, gabah, dan ketela sekalian?" katanya.
"Ha..ha..." Markonah tertawa.
"Kita sampai mana, Nah," kata Karliyah agak malu.
"Kita masih di bandara, pesawatnya delay," jawab teman sekampungnya itu.
"Kita numpang pesawaat dele ta, Nah?"

"Bukan Yu, pesawatnya delay. Terlambang terbang ke Mekkah, ehh Jeddah, bukan dele kedelai itu," jawab Markonah sambil cekikikan.

"Oalah...tak kira kita naik pesawat keledai ehh dele," jawab Karliyah agak malu.



Posisi Bapak di Mana?




HAJI MAKBUL.COM Seorang pejabat Departemen Agama membidangi urusan haji sedang memberikan arahan kepada seluruh jajarannya dan bawahannya. Sebagai pejabat yang baru dipromosikan, dia bicara berapi-api mengkritik kebijakan para pendahulunya.

"Mulai saat ini kita harus hapuskan biaya-biaya gedongan selama penyelenggaraan haji," ungkapnya kemudian. Biaya gedongan adalah biaya ekstra yang harus ditanggung para jamaah haji, misalnya kesehatan, katering, transportasi, akomodasi, dan lain-lain.

"Kita harus tinggalkan perilaku-perilaku buruk pejabat pendahulu kita," katanya tegas.

Ketika sedang menggebu-gebu orasi, salah seorang bawahannya nyeletuk. "Here gene...omong gitu. Dulu Bapak berada di mana?"

Pejabat itu sontak kaget. Sambil marah, pejabat itu mencari sumber suara yang nyeletuk menyengat kupingnya. "Siapa tadi yang nyeletuk? Siapa!"

Diam. Semua tak ada yang menjawab.

"Nah, kalau tanya Bapak dulu ada dimana, saya jawab, dulu saya duduk di tempat Anda sekarang?" jawab si pejabat taktis bin diplomatis. (buku haji dilarang ketawa)


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mati Tertawa Ala Pak Haji"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel