Kisah Menarik Berhaji Petugas Haji: Ikhlas Menolong Jamaah Akhirnya Ditolong Allah (2)


HAJIMAKBUL.COM - Sama dengan jamaah haji lain, Huda Sabily--wartawan Duta Masyarakat yang pernah jadi petugas haji Kemenag--juga sangat mendamba bisa mencium Hajar Aswad. Pengalaman ini sangat menarik dan tidak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Sudah berkali-kali dia menjalankan Thawaf tapi belum juga bisa mecium Hajar Aswad yang berada di pojok Kakbah, Masjidil Haram itu.

Sebagai petugas haji, Huda tidak bisa leluasa mencoba dan gagal lalu mencoba lagi. Sebab dia mendapat tugas menjaga jamaah haji dan melayani mereka dengan sebaik-baiknya. "Tentu saja dengan ikhlas. Sebab ini tugas mulia," kata Huda kepada HajiMakbul.Com Sabtu 16 Februari 2019.

Setiap musim haji semua berjibaku agar bisa mencium Hajar Aswad. Karena itu jamaah haji yang jatuh pingsan hingga wafat saat menjalankan Thawaf seringkali terlihat, karena saling berebut, beradu otot agar dapat mencium Hajar Aswad.

Namun Huda Sabily sudah memiliki niat kuat sejak di pemondokan agar dapat mencium Hajar Aswad. Niat itu terucap saat akan berangkat umrah menuju Makkah. Namun, karena situasi dan kondisi lapangan yang penuh sesak dan berjubel jamaah haji dari berbagai penjuru dunia rasanya tidak mungkin untuk bisa langsung mencium Hajar Aswad.

Putaran demi putaran Thawaf terus dilakukan, dengan penuh hikmat disertai memuji Sang Pencipta dan memohon kepada-Nya agar diberikan kebahagian dunia dan akhirat, doa itu terus terucap dari mulutnya hingga putaran terakhir.

Pada putaran pertama Thawaf, Huda Sabily yang wartawan Duta Masyarakat biro Jakarta mengawali dari lokasi yang lurus dengan Hajar Aswad, berjalan dan terus mengucapkan kalimat-kalimat tayibah. Posisinya saat itu tidak langsung ke tengah karena tidak mungkin untuk langsung dekat Kakbah, selain sulit menembus lautan manusia juga karena tidak mungkin langsung menerjang jutaan jamaah haji.

Langkah demi langkah kakinya terus berjalan mengelilingi Kakbah, pada putaran ketiga Thawaf, dia mulai bisa melangkah ke tengah menerobos langkah jamaah haji lainnya. Sampai pada putaran kelima Thawaf, tangannya mulai bisa menyentuh langsung dinding Kakbah yang mulia. "Alhamdulillah, ucap syukur saya, mensyukuri nikmat Allah Swt," katanya.

Rasa haru dan bahagia dalam hati dia rasakan, karena dapat menyentuh dinding Kakbah. Tapi, tujuan utama untuk mecium Hajar Aswad belum didapatkan, belum terkabulkan, sehingga dia terus melangkah maju melanjutkan putaran Thawaf hingga putaran terakhir, dan berusaha sekuat tenaga untuk mencium Hajar Aswad.

Hingga pada akhir putaran ketujuh Thawaf, Huda belum bisa juga mencium Hajar Aswad, sehingga dia pun meminta kepada Allah agar dapat mencium Hajar Aswad, sambil terus berusaha merangsek kedalam barikade barisan jamaah haji, dengan berdesak-desakan, berebut posisi dengan jamaah lain, terutama harus berebut dengan orang kulit hitam yang bertenaga dan berbadan besar.

Tapi, Masya Allah…lagi-lagi yang namanya kehendak Allah Swt, siapapun, apapun tidak akan mampu membendung kehendak tersebut, walaupun berbagai rintangan dan hambatan sebesar gunung menghadang jalan menuju tujuan, dan alhamdulillah, karena hidayah dan perjuangan, akhirnya Huda dapat mencium Hajar Aswad dengan rasa haru dan penuh penghayatan.

"Kenikmatan yang paling berharga bagi jamaah haji bahkan petugas haji adalah bisa mencium hajar aswad saat melakukan Thawaf. Alhamdulillah saya bisa mencium Hajar Aswad dari Tawaf umrah pertama sampai beberapa kali umrah dengan mudah mencium Hajar Aswad," ujar Huda.

Selain karena faktor pertolongan Allah, mencium Hajar Aswad di antara jutaan jamaah haji membutuhkan strategi khusus. Strategi khusus itu di antaranya seperti merembet merambat Kakbah menuju Hajar Aswad, hingga akhirnya bisa mencium Hajar Aswad.

"Pertolongan Allah karena niat ikhlas ingin beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu tentu karena amal ibadah lantaran membantu para jamaah lain untuk bisa mencium Hajar Aswad, terutama para lansia yang kesusahan mencium Hajar Aswad bahkan mendekat Kakbah pun harus penuh perjuangan," katanya. (Bersambung)



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Menarik Berhaji Petugas Haji: Ikhlas Menolong Jamaah Akhirnya Ditolong Allah (2)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel