Mudik Lebaran Tunggu Rapat Kabinet, Wapres Imbau Ibadah Ramadhan di Rumah


Foto ilustrasi: pixabay.com


HAJIMAKBUL.COM  - Pemerintah ternyata belum memastikan boleh-tidaknya mudik Lebaran 2021. Untuk itu Presiden Jokowi dan Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin segera menggelar rapat terbatas Kabinet membahas masalah tersebut, khususnya terkait penanganan pandemi Covid-19.  

Juru  Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, kepada wartawan di Jakarta Rabu (24/3/2021), mengatakan,  bahwa keputusan soal mudik Lebaran 2021 rencananya baru akan dibahas melalui rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Pemerintah, kata dia, menyadari bahwa mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat.

Namun, pemerintah saat ini juga tengah mengejar program vaksinasi Covid-19 kepada 182 juta penduduk Indonesia untuk mencapai herd immunity (kekebalan komunal). Sehingga, Masduki mengakui, bahwa keputusan soal mudik Lebaran ini cukup pelik.

"Adanya tradisi mudik menjadi persoalan yang pelik. Dari sisi kita ingin mencapai target bagaimana agar herd immunity dan suksesnya vaksinasi itu harus kita laksanakan. Itu masih akan ada pertemuan atau bahkan ada rapat," jelas Masduki.

Sebelumnya, Wakil Presiden KH  Maruf Amin mengatakan ketentuan terkait libur dan mudik Lebaran 2021 akan diputuskan Pemerintah sebelum bulan Ramadhan. Pemerintah akan mempertimbangkan sejumlah dampak, baik dari sektor ekonomi maupun kesehatan, dari kebijakan apakah mudik Lebaran 2021 boleh dilakukan atau tidak.

"Prinsipnya, yang akan kami pertimbangkan itu dampaknya akan seberapa jauh, kalau dibolehkan dan kalau dilarang mudik, juga dampak pada peningkatan penularannya," ujar Kiai Ma'ruf Amin, usai peninjauan vaksinasi Covid-19 di Kantor Gubernur Lampung, di Bandarlampung.

Umat Islam di Indonesia juga dipastikan akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan masih dalam suasana pandemi Covid-19. Untuk itu Wapres KH Ma'ruf Amin  juga mengimbau agar masyarakat beribadah dari rumah saja saat bulan Ramadhan. Pasalnya, kerumunan masyarakat di masa pandemi Covid-19 masih perlu dihindari agar tidak membuat kasus positif virus Corona melonjak lagi.

"Kalau terkait  imbauan agar beribadah di rumah, saya kira itu akan tetap akan dilakukan oleh Wapres karena kalau kerumunan itu saya kira juga harus dihindari," kata Masduki.

Pada Ramadhan 2020, masyarakat harus menjalani salat Tarawih dan salat Idul Fitri dari rumah masing-masing. Hal ini mengingat kala itu penyebaran Covid-19 di Tanah Air cukup tinggi.

Sementara itu Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri terkait persiapan Mudik Lebaran 2021 mendatang. 

Kita dengan Kepolisian kemarin sudah rapat sebetulnya, tapi apapun kita siap melaksanakan kebijakan pemerintah untuk mudik nanti, ujar Dirjen Budi Setiyadi ketika ditemui di Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/3/2021).

Dirjen Budi mengatakan terkait teknis dan detail rencana mudik pada tahun ini menunggu agenda rapat terbatas yang akan dipimpin Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat.  Hasil dari rapat kemarin, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) menyatakan pemerintah akan mengambil kebijakannya seperti apa, tapi masih tunggu Presiden di rapat terbatas nanti, katanya dilansir dari Antara.

Ia menambahkan meski Kementerian Perhubungan bertindak sebagai koordinator lalu lintas, namun pada persiapan mudik tahun ini tidak hanya fokus pada infrastruktur, sarana dan prasarana, tetapi juga harus memperhatikan kebijakan pemerintah terkait penanganan COVID-19.

Kita harus hati-hati, karena menyangkut penanganan COVID-19 ini yang harus diutamakan, kalau bisa kasus positif harus diturunkan lagi, pungkasnya. Sekadar informasi, pemerintah tetap akan membuat mekanisme protokol kesehatan bersama Gugus Tugas COVID-19. Terkait hal tersebut, Menhub juga turut menentukan sejumlah persyaratan untuk mudik lebaran 2021.  (ara, hud)


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mudik Lebaran Tunggu Rapat Kabinet, Wapres Imbau Ibadah Ramadhan di Rumah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel