BE CREATIVE


HAJIMAKBUL.COM -  Januari tahun lalu Amazon membuka sebuah supermarket yang beroperasi secara komputer. Calon pembeli cukup masuk saja ke dalam toko, ambil sejumlah barang yang ingin dibeli, lalu keluar toko lagi membawa barang-barang tersebut.

Mereka sama sekali tidak melakukan transaksi pembayaran. Tak ada meja kasir, tak ada petugas yang menghitung jumlah belanjaan, dan tak selembarpun uang tunai yang terpakai.

Toko ini dilengkapi ratusan sensor yang mampu mengidentifikasi barang yang diambil dari rak, dan siapa orang yang mengambilnya. Lalu secara otomatis komputer akan mengurangi saldo dalam aplikasi.

Ustad Arafat

Jadi, satu-satunya yang dibutuhkan adalah aplikasi khusus dalam ponsel para pembeli. Dan pastikan saldo dalam aplikasi tersebut cukup untuk barang yang diinginkan.

Inovasi yang dilakukan Amazon ini benar-benar kreatif. Mereka sebenarnya mencari solusi untuk mengatasi antrian panjang saat pembayaran di kasir. Saat supermarket lain mengatasinya dengan membuka kasir lebih banyak, mereka justru menghilangkan kasir sama sekali. 

Demikianlah cara berpikir orang-orang kreatif. Mereka senantiasa mencari alternatif baru daripada berfokus kepada alternatif yang itu-itu saja. Al-Quran sendiri mengajarkan kaum muslimin untuk mengasah kreatifitas saat berkisah tentang Nabi Ya'qub, 

وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ

Dan Ya'qub berkata, "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain."

Surat Yusuf ayat 67 di atas terjadi ketika Nabi Ya'qub memerintahkan anak-anaknya untuk memasuki negeri Mesir. Di situ terlihatlah bagaimana sang Nabi mengajarkan agar jangan hanya berfokus kepada satu pintu yang itu-itu saja, melainkan juga berusaha mencari pintu masuk yang lain. 

Dalam dunia pendidikan, berabad-abad lamanya para ulama juga menunjukkan kreatifitas mereka dengan mengarang kembali pelajaran agama dalam bentuk rangkaian syair-syair pendek yang berirama (nazom).

Karya kreatif para ulama itu memudahkan para penuntut ilmu dalam menghafal teori-teori yang berkaitan dengan pelajaran. Hingga hari ini kita kenal Nazom Zubad dalam bidang ilmu fiqih, Nazom Alfiyah dalam bidang ilmu bahasa Arab, dan seterusnya. 

Tanpa kita sadari, rupanya kreatif merupakan salah satu akhlak kaum muslimin. Oleh karena itu, baik sekali jika kita sebagai seorang muslim untuk dapat berpikir kreatif. Sering-seringlah membayangkan sebuah ide yang tidak biasa. Jangan takut untuk berimajinasi mencari solusi yang bukan itu-itu saja. 

Salam Hijrah. 
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Tulisan ini diambil dari Channel Telegram Ustad Arafat seizin Beliau. Ustad Arafat adalah penulis buku best seller Hijrah Rezeki yang juga motivator kenamaan. Silakan pembaca joint di Channel Telegram Ustad Arafat untuk ngaji agama bersama jamaah lain.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "BE CREATIVE"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel