Antara Kurban dan Pengorbanan



HAJIMAKBUL.COM - Semua pejabat saat menyaksikan penyembelihan hewan kurban di kantornya menyebut dua kata: kurban dan pengorbanan. 

Misalnya Plt Direktur Utama PLN,  Sripeni Inten Cahyani saat menyaksikan proses penyembelihan 51 hewan kurban dari PLN dan Indonesia Power Minggu 11 Agustus 2019. Kurban bagi Sripeni merupakan simbol pengorbanan.

Begitu pula Bupati Pamekasan Badrut Tamam.

Secara bahasa kurban berasal dari kata Qoroba Yaqrobu yang artinya mendekat. Karena itu umat Islam menjadikan kurban salah satu ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Wujud sebuah ketaatan dan ketakwaan hamba kepada Tuhannya. Taat total. Keikhlasan yang sempurna.

Caranya dengan kerelaan dan keikhlasan berkorban menyisihkan sebagian hartanya untuk memenuhi perintah Allah SWT melalui RasulNya untuk berkurban. Mengenang Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Ibunda Siti Hajjar yang memberi contoh pengorbanan yang sempurna demi memenuhi perintah Allah SWT.  Tuhan yang menguasai kerajaan langit dan bumi yang mereka cintai. Cinta yang melebihi cinta Ibrahim kepada putra terkasihnya. Cinta Ismail yang melebihi cinta kepada dirinya sendiri. Cinta ilahiyah yang hakiki. Cinta kepada Allah SWT. Cinta tanpa pamrih.

Pengorbanan tanpa pamrih adalah satu kata kunci yang harus dipegang dalam melaksanakan kurban. Tanpa pamrih itu substansinya. Pengorbanan semacam inilah yang akan menjadikan seorang shahibul kurban menuai dua dimensi; kedekatan kepada Tuhan dan saleh kepada sesama.

Mengutip amalqurban.com, dalil ibadah ini sesuai firman Allah SWT. “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” (Al-Kautsar: 1 — 3).

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya.” (Al-Hajj: 36).

Sedang keutamaan kurban sesuai hadis Nabi SAW.

Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu.” (HR Tirmidzi).

Idul Adha dan HUT RI

Ada yang menarik dari pelaksanaan Idul Adha tahun 2019 yang hampir berbarengan dengan HUT RI. Bupati Pamekasan Badrut Tamam menegaskan momentum berdempetannya Hari Raya Idul Adha dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI pada tahun 2019, memiliki arti yang sangat dalam. Karena itu masyarakat harus bisa merefleksikan makna penting didalamnya dalam upaya  mewujudkan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat yang lebih baik.

Hal itu dikatakan Badrut Tamam saat mengomentari tentang berkumpulnya momentum Idul Adha 1440 H dengan HUT Kemerdekaan RI tahun ini. Sebagaimana kita ketahui Idul Adha tahun ini jatuh pada Minggu (11/8/19), yang kemudian pada hari yang sama di bulan yang sama seminggu berikutnya, Minggu (17/8/19) adalah perayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke 74.

Badrut Tamam menilai semua elemen pemerintah dan masyarakat harus merefleksikan diri untuk meningkatkan semangat pengabdian dan pengorbanan yang merupakan inti dari semangat Idul Adha. Begitu juga dalam peringatan HUT kemerdekaan RI yag juga mengandung makna pengorbanan sehingga kita harus semangat untuk berkerja keras menuju NKRI yang semakin maju.

“Kami berdua dengan Bapak Wabup Raja’e sudah membulatkan tekad untuk menjadikan jabatan yang kami pegang ini yang merupakan amanat rakyat dan amanat Allah SWT, karena itu kami telah bertekad untuk menjadikan  sebagai alat untuk pengabdian menuju Pamekasan yang hebat yakni Pamekasan yang bejreh rajjjeh dan parjugeh,” katanya.

Dengan memadukan semangat Idul Adha dan semangat peringatan HUT kemerdekaan RI tahun ini, kata Badrut Tamam, maka dirinya dan para pejabat dan aparatur yang ada dilingkungan Pemkab Pamekasan harus berusaha untuk bisa hadir bekerja sebagai pemerintahan yang bersih, hadir sebagai  pemerintahan yang menghilangkan ego dan bersikap eksklusif.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, kata dia, juga harus hadir sebagai pemerintahan yang bisa melayani  dan mengayomi masyarakat tanpa pandang bulu, pilih kasih dan diskriminatif. Pemkab Pamekasan juga harus hadir dengan tekad yang kuat untuk mendorog terciptanya tatanan ekonomi yang adil dan merata.

Karena itu dia mengajak kepada semua elemen masyarakat  Pamekasan,  para pejabat dan karyawan dilingkungan Pemkab Pamekasan untuk menjadikan Idul Adha ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat pengorbanan untuk kebaikan  dan kemaslahatan seluruh elemen masyarakat.

“Dalam momentum Idul Adha dan Peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, saya dan Pak Wabup menyampaikan  kepada masyarakat Taqabbalallahu Minna Waminkum. Salam satu hati dari kami, salam satu darah menuju Pamekasan yang hebat yakni kabupaten Pamekasan yang rajjeh, bejreh dan parjugeh,” pungkasnya. (mas/gas)


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Antara Kurban dan Pengorbanan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel