Kakek Mahmud dan Mak Cum, Cinta Lengket di Tanah Suci


HAJIMAKBUL.COM - Cinta, kasih sayang, semua tumpah di Tanah Suci. Cinta kepada Illahi Rabbi, cinta kepada Nabi, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail (dan Bunda Siti Hajjar) serta cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW. Haji pada sisi lain merupakan ekspresi semua cinta itu.
Karena itu, bila jamaah haji menunjukkan saling cinta dan kasih sayang di antara mereka, sungguh syahdu rasanya. Haji bukan hanya hablumminallah, tapi juga hablumminannas. Dan cinta itu pula yang ditunjukkan pasangan suami istri yang sudah sepuh, yakni Mahmud Sopamena (87) dan Kalsum Litiloli (75). Pasutri ini sempat menggegerkan terminal kedatangan bandara Madinah, Selasa (16/7) sekitar pukul 11.00 waktu Arab Saudi (WAS). 
Mengapa?
Sebab, saat tiba di Bandara Madinah pasangan usia lanjut ini didorong menggunakan kursi roda secara terpisah. Sang istri yang kerap disapa Mak Cum telah terlebih dahulu didorong menggunakan kursi roda oleh petugas.
Sementara Kakek Mahmud yang berada jauh di belakang istrinya pun marah. Sebab sang istri tidak ada di sampingnya. Akibatnya, dia sama sekali tidak mau didorong untuk keluar bandara kalau tidak bersama sang pujaan hati. Lengket seperti mimi lan mintuno.
’’Pokoknya harus ada Mak Cum di sampingnya. Harus menggandeng Mak Cum,’’ kata Ketua Kloter UPG 13 Jusman Rivai Rura kemarin. 
Akhirnya petugas terpaksa mendorong masuk kembali Mak Cum untuk dipertemukan lagi dengan Kakek Mahmud.
Amarah Kakek Mahmud pun mulai mereda saat sang istri kembali berada di sampingnya. Dia pun memegang dengan erat tangan istrinya, sambil sesekali dielus dengan penuh kasih sayang. 
Kemudian petugas mendorong keduanya berdampingan dengan menggunakan kursi roda untuk keluar bandara. Pemandangan selanjutnya sama, Kakek Mahmud sama sekali tidak mau melepas tangannya dari Mak Cum, sapaan Kalsum Litiloli. Beberapa saat ketika didorong, bahkan Kakek Mahmud sempat terlihat marah dan meminta tangan petugas tidak memegang kursi roda yang diduduki istrinya. Layaknya seorang pria yang terbakar api cemburu.

Tidur Satu Kamar
Pasangan suami istri asal  Desa Kulu, Pulau Saparua, Maluku Tengah yang  tergabung dalan embarkasi Ujung Pandang kloter 13 (UPG 13) ini bahkan tidak ingin terpisah saati tidur di hotel. Meski ketentuannya jamaah perempuan dan laki-laki menempati kamar berbeda sekalipun mereka pasangan suami dan istri. Namun Kakek Mahmud tidak mau dipisah dengan Mak Cum.
Pokoknya minta ditempatkan dalam satu kamar. ’’Bahkan minta satu ranjang dengan Mak Cum,’’ jelas Jusman. Akhirnya petugas menuruti permintaan Kakek Mahmud. 
Kakek Mahmud bersama Mak Cum ditempatkan pada salah satu kamar di hotel Diyar Al Amar. Kamar tersebut berisi lima ranjang yang sedianya digunakan oleh 5 orang laki-laki, satu di antaranya adalah Kakek Mahmud. Namun salah satu rekan Kakek Mahmud terpaksa mengalah karena Kakek Mahmud tidak ingin tidur berpisah dengan Mak Cum sang istri tercinta. 
Jusman sempat bertanya kepada  Mak Cum terkait sikap Kakek Mahmud, mengapa ia begitu takut ditinggalkan oleh Mak Cum. Menurut pengakuan Mak Cum, sehari-hari sebelum berangkat haji kondisi Mahmud tidak seperti itu.
Saat masuk ke asrama haji Sudiang embarkasi Makassar kondisi Mahmud biasa-biasa saja. Dia baru minta selalu ada di samping Mak Cum sesaat ketika mau masuk pesawat terbang.
Mahmud mulai marah ketika diberangkatkan dari asrama haji ke bandara menggunakan ambulans sedangkan Mak Cum tidak berada di sisinya. Dia marah dan tidak mau turun menuju pesawat. 
’’Akhirnya oleh pihak Garuda, Mak Cum dinaikkan bus untuk dipertemukan dengan Pak Mahmud di dalam ambulans,’’ jelasnya.
Beberapa saat pasangan ini bercengkerama di dalam mobil ambulans. Sampai akhirnya Mahmud bersedia diturunkan untuk masuk ke pesawat.
Di dalam pesawat Mahmud kembali tidak mau dipisahkan dengan Mak Cum. Dia meminta Mak Cum duduk di sampingnya. Petugas sempat dua kali menangani kemarahan Mahmud di dalam pesawat, salah satunya saat Mak Cum ingin buang air kecil.
Kepada Jusman, Mak Cum bercerita bahwa Kakek Mahmud dulunya sosok yang tampan dan rajin. Sehingga banyak perempuan menyukainya. 
’’Sambil bercanda, sampai sekarang Mak Cum memandang Pak Mahmud masih gagah,’’ jelas Jusman.
Mak Cum sendiri menurut Jusman kondisi fisiknya lebih kuat dibandingkan Mahmud. Mak Cum masih sanggup melaksanakan ibadah salat di Masjid Nabawi dengan jalan kaki.
Kejadian menghebohkan terjadi ketika Mak Cum diam-diam meninggalkan Mahmud untuk melakukan salat subuh kemarin (17/07). Mak Cum dan penghuni kamar lainnya meninggalkan Mahmud yang masih tidur lelap di kamar sendirian.
Tiba-tiba ketika kembali ke kamar, kondisi kamar sudah berantakan. Mahmud marah besar. Koper dan barang-barang miliknya serta jamaah lainnya berantakan karena dilempar-lempar. Dia marah karena saat terbangun, Mak Cum tidak ada di sampingnya. Pokoknya kalau jauh sedikit dari Mak Cum, Mahmud marah. Bahkan ketika Mak Cum membuat teh di dalam kamar pun, Mahmud marah.

’’Padahal baru dua menit menyeduh teh, Pak Mahmud sudah marah dan mencari Mak Cum,’’ kata Jusman menceritakan pasangan yang telah memiliki delapan anak dan sebelas cucu ini.
Hingga saat ini, Mak Cum dengan setia melayani kebutuhan Kakek Mahmud. Semoga Sakinah Mawwaddah Wa rahmah Selalu ya Kakek Mahmud dan Mak Cum. Aamiiin. (Didah/kemenag.go.id)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kakek Mahmud dan Mak Cum, Cinta Lengket di Tanah Suci"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel