Mencium Tangan Ulama?



Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, mencium tangan seseorang yang kita anggap alim (kiai/guru/ulama) sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita. Lantas apakah Islam memang menganjurkannya atau itu hanya soal adat saja? Atas jawabannya kami sampaikan banyak terima kasih.

M. Widjayanto
Sidoarjo

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Bapak Widjayanto yang kami hormati, mencium tangan para ulama merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan agama. Karena perbuatan itu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada mereka.

Dalam sebuah hadis dijelaskan: “Dari Zari ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi SAW” (HR AbuDawud).

Atas dasar hadis ini, para ulama mensunnahkan mencium tangan guru, ulama, orang shalih serta orang-orang yang kita hormati. Imam Nawawi dalam salah satu kitab karangannya menjelaskan, bahwa mencium tangan orang shalih dan ulama yang utama itu disunnahkan. Sedangkan mencium tangan selain orang-orang itu hukumnya makruh. (Fatawi al-Imaman-Nawawi, Hal 79).

Dr. Ahmad as-Syarbashi dalam kitab Yas’alunakan fid Din wal Hayah memberikan kesimpulan akhir, bahwa apabila mengecup tangan itu dimaksudkan dengan tujuan yang baik, maka (perbuatan itu) menjadi baik. Inilah hukum asal dalam masalah ini. Namun jika perbuatan itu digunakan untuk kepentingan dan tujuan yang jelek, maka termasuk perbuatan yang terhina. Sebagia mana perbuatan baik yang diselewengkan untuk kepentingan yang tidak dibenarkan. (Yas’alunakan fid Din wal Hayah, juz II, hal 642). (*)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mencium Tangan Ulama?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel