Hukum Mencicipi Masakan dan Tips Menghidupkan Ramadhan


Alhamdulillah kita dipertemukan lagi dengan Bulan Suci Ramadhan. Kali ini Ramadhan 1440 Hijriyah. Untuk mengisi bulan paling mulia itu Redaksi menurunkan konsultasi agama yang diasuh oleh mantan Direktur ASWAJA CENTER PWNU Jatim  KH Abdurrahman Navis Lc, MHI tentang beragam topik keagamaan. 

Pertanyaan:
     
Ustadz Abdurrahman Navis yang saya hormati. Saya ada masalah puasa yang perlu saya tanyakan. Sebagai seorang ibu rumah tangga di bulan Ramadhan ini saya ingin menanyakan: Bagaimana hukum mencicipi masakan di saat kita sedang berpuasa? Selanjutnya, tolong diberi tips untuk menghidupkan bulan Ramadhan.
Atas jawabannya, saya mengucapkan terima kasih.

Yanti
Rungkut Surabaya

Jawaban:    

Ukhti Yanti yang saya hormati. Puasa itu sah kalau memenuhi rukun puasa, yaitu niat dan menghindarkan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Adapun yang membatalkan puasa di antaranya, memasukkan suatu ‘benda’ bukan hanya ‘bau’ atau ‘rasa’ ke dalam lambung melalui lobang terusan, seperti mulut hidung telinga dan lainnya. Jadi makan, minum, merokok  itu membatalkan puasa.

Adapun seorang ibu rumah tangga mencicipi makanan pada waktu masak di saat puasa untuk mengetahui rasa asin atau manisnya masakan, maka itu tidak membatalkan puasanya, jika setelah dicicipi diludahkan lagi tidak ditelan. Karena  tidak ada benda yang masuk ke dalam tenggorokan ibu yang ada hanya ‘rasa’,  dan rasa itu tidak termasuk benda yang membatalkan puasa. 

Tapi kalau mencicipi makanan itu ada benda yang tertelan maka itu batal puasanya, atau mencicipi makanan tidak karena ada keperluaan yang mengharuskan walaupun tidak ada benda yang masuk itu hukumnya makruh ( kurang baik).

Syekh Dr Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan dalam kitab al-fiqh al-islami wa adillatuh juz 2 halaman 670 menukil pendapat madzhab Syafi’i: 

“ Tidak membatalkan puasa…. Mengunyah makanan atau mencicipi makanan, tapi keduanya itu makruh jika tidak ada hajat”.

Tips untuk menghidupkan Ramadhan:

-   Melaksanakan puasa sesuai syarat dan rukunnya dengan penuh khusu’ dan ikhlas karena 
    Allah SWT.
-  Melaksanakan sunnah-sunnah puasa puasa seperti segera berbuka puasa  dan mengakhirkan sahur.
-  Menjaga  anggota tubuh dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.
-  Mengisi malam Ramadhan dengan shalat taraweh, tadarrus al-Quran dan doa.
-  Memperbanyak shadaqah, memberi buka orang yang berpuasa,  berinfaq dan zakat. 
   Karena  pahalanya berlipat ganda.
-  Memperbanyak dzikir, tafakkur dan mengingat dosa kemudian bertaubat kepada Allah SWT.
- Menyambut Lailatul Qadar dengan I’tikaf dan amal shaleh serta memperbanyak berdo’a:
   Allahumma innaka ‘afuuwun tuhibbul afwa fa’fu ‘anni.

 Ukhti Yanti,  demikianlah apa yang dapat pengasuh sampaikan, semoga kita semua dapat  menghidupkan bulan Ramadhan dengan penuh khusu’ dan ikhlas serta amal kita diterima dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT sampai akhir bulan dengan mendapatkan derajat muttaqiin. Amiin ya mujibassailin. (*)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hukum Mencicipi Masakan dan Tips Menghidupkan Ramadhan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel