Antara Nuzulul Quran dan Malam Lailatul Qadar


HAJIMAKBUL.COM -  Imam salat tarawih di Masjid Al Ikhlas Bluru Permai Sidoarjo dalam kultumnya memberi taushiyah soal Nuzulul Quran Selasa 21 Mei 2019 malam atau malam 17 Ramadhan. Malam ini malam untuk pertama kali Nabi Muhammad SAW menerima wahyu  surat Al-Alaq ayat 1-5 yang disampaikan Allah SWT melalui Malaikat Jibril AS di Gua Hira. 


اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

iqra`bismi rabbikallażī khalaq

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.



Nabi Muhammad saat itu ketakutan. Beliau sampai menggigil. Nabi SAW lalu pulang dan menceritakan pengalaman yang dialaminya itu kepada istrinya, Siti Khadijah. Sejak peristiwa itu Nabi SAW mendapat gelar Rasul yakni nabi yang mendapatkan wahyu untuk disebarkan kepada umat manusia.

Imam Salat Tarawih lalu menanyakan apa benar malam ini Nuzulul Quran? Bagaimana dengan yang menyebut Quran diturunkan saat malam Lailatul Qadar. Berarti malam ini Lailatul Qadar juga turun? 

Ternyata Al Quran diturunkan dalam 2 tahap kepada Nabi Muhammad.  Al Quran yang diturunkan di malam Lailatul Qadar adalah secara keseluruhan 30 juz dari Baitul Izzah ke langit bumi. Selanjutnya diturunkan bertahap kepada Nabi.

Saat diturunkan melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, para ulama tidak ada perbedaan. Namun dari Baitul Izzah ke bumi ini yang jadi perbedaan, ada yang bilang di malam Lailatul Qadar, ada yang bilang pada 17 Ramadan, bersamaan dengan Perang Badar. Sebab ada juga di Al Quran, Allah mengatakan, kami turunkan Al Quran di saat pertemuan besar, perang besar, antara muslimin dan musyrikin. Dan perang Badar terjadi di 17 Ramadan.


Namun ada pula yang menyebut Al Quran turun pada malam Lailatul Qadar. Hal ini merujuk firman Allah dalam surat Al-Qadar berikut:

إِنَّا أَنْزَلْناهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَة الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر * تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيَها بِإِذْنِ رَبّـِهم مِّن كُلِّ أَمْر * سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

Menurut ulama, pada tahap pertama Al Quran diturunkan 30 juz langsung di malam Lailatul Qadar yang waktunya tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT. Selanjutnya tahap kedua diturunkan kepada Nabi SAW juga bertahap lagi sesuai kondisi dan peristiwa di masyarakat Makkah saat itu. Lama waktunya turun Al Quran adalah 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.


Al Quran selesai diturunkan menjelang kewafatan Nabi pada 9 Dzulhijjah tahun 10 H yang bertepatan dengan tanggal 27 Oktober 632 M, dengan turunnya ayat yang terakhir yaitu surah Al-Maidah ayat 3.

Di Indonesia setiap 17 Ramadhan, biasanya dilakukan ceramah atau pengajian khusus bertemakan Nuzulul Quran. Untuk memperingati malam Nuzulul Quran bisa dilakukan dengan membaca doa, membaca Al Quran, memperbanyak dzikir, mengerjakan salat sunah malam, dan beribadah lainnya.

Adapun bacaan doa saat malam Nuzulul Quran. Berikut bacaannya:

Allahummagfir Lii Wa Liwaalidayya Arhamhumaa Kamaa Robbayaani Shoghiiroo.

Artinya: Ya Allah! Ampunilah aku dan kedua orangtuaku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku semenjak kecil.

Doa lainnya saat malam Nuzulul Quran yakni: Allahumma Innaka 'aufuwwun Tuhibbul 'Afwa fa'fu'anni.

Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku. (*)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Antara Nuzulul Quran dan Malam Lailatul Qadar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel