Jurus Merontokkan Kebekuan Antar-Teman Gara-gara Pilpres




HAJIMAKBUL.COM - Sejumlah anggota masyarakat yang semula bersatu padu pecah gara-gara pilpres. Satu kubu memihak Jokowi, kubu lain mendukung Prabowo. Wajar. Tidak masalah. Namun jangan melanjutkan episode Kampret vs Kecebong yang tidak bisa move on. Untuk Pilpres harus disudahi adanya permusuhan abadi. 

Rasulullah SAW melarang umatnya tidak bertegur sapa karena saling marah selama tiga hari. Artinya hari keempat kita harus move on. Saling memaafkan dan kembali saling menyapa.





Ustad Nasrullah yang memiliki ilmu Rahasia Magnet Rezeki memiliki dua jurus untuk menaklukkan rasa marah gara-gara efek pilpres. 

"Saya biasanya kalau lagi hati tidak menyatu begini, pakai 2 jurus," kata Ustad Nasrullah, seperti dikutip dari channel Telegramnya.

Dua jurus itu adalah:

1. Garis kebenaran

Inget kan, seluruh persoalan dimulai dari saya benar, dia salah. Dan seluruh solusi dimulai dari kebalikannya.





Saya katakan pada diri saya sendiri, saya salah, orag ya g berbeda dengan saya itu yang benar.

Gak mudah banget jurus ini. Tapi ini satu-satunya cara agar saya menyatu dengan orang yang berbeda.

2. Terumbu Karang

Rezeki dititipkan di kemuliaan dan kebahagiaan orang lain, berarti jika terjadi sebaliknya, rezeki pun tidak lagi mengalir.





Kontestasi pilpres membuat hati tidak menyatu, maka yang bisa dilakukan adalah mendoakan kebaikan dan kemuliaan serta kebahagiaan bagi pihak lain.

In Syaa Allah setelah ini, akan terjadi keajaiban berupa tegaknya kejujuran. Aamiin.


Namun masalahnya banyak orang sakit hati. Mereka masih marah dengan adanya dugaan kecurangan.

" Pak Nas, bukannya kecurangannya terlihat jelas? Lalu kita diam saja? Koq bisa? Bukannya harus amar ma’ruf nahi mungkar?" kata Ustad Nasrullah menirukan pertanyaan orang yang marah itu.

Untuk itu, Ustad Nasrullah memberi tips begini:

- Pertama, disiplin kata dulu ya. Curang diganti dengan “tidak jujur”.





- Kedua, silakan secara realita memperbaiki dan berikhtiar keras untuk merapikan ketidakjujuran. Tapi dalam hati (dunia quantum) tetap satu, sama dan terhubung.


"Pak Nas maunya apa sih? Udah jelas2 ada kecurangan pak? Masa harus bilang orang yang curang itu benar? Ga bener itu," kata orang itu seperti ditirukan Ustad Nasrullah.



Beliau melanjutkan begini:

- Pertama, ganti “curang” dengan tidak-jujur ya, its okay, dgn jurus yg sederhana, nanti yg naik ke atas alam adalah energi jujur.

Kedua, malah yg kita sedang lakukan adalah mengundang keajaiban. 

Dgn energi baik yg kita sebarkan ke alam, percaya deh, org yg tidak-jujur itu akan dikalahkan oleh Allah.





Kita kan sedang minta bantuan Allah. Maka kitanya berada di sisi positif. Tenang saja, ada malaikat Allah. Mereka akan menyapu bersih ketidak-jujuran.

Jadi di dunia quantum kita tetap satu, sama dan terhubung.

Nah, perkara teman2 saksi yg skrg berjuang menjaga C1, membongkar ketidakjujuran dll, itu tetap dilakukan di dunia realita. Sambiiil, hati tetap tenang, cool, mendoakan org yg tidak-jujur agar dimuliakan Allah (bisa jadi nanti Allah yg akan bolak-balikkan hatinya menjadi taubat, jika tidak... ya org tdk jujur itu akan berhadapan dgn Allah)

Gitu ya, ilmu MR memang fokusnya di dunia quantum. Dunia realita tetap berikhtiar seperti biasa.

(Nur  Fakih)





Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Jurus Merontokkan Kebekuan Antar-Teman Gara-gara Pilpres"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel