Belajar dari Rasul Waspadai Jantung Koroner dengan Berkuda dan Memanah (2)


HAJIMAKBUL.COM - Salah satu cara menjaga jantung agar selalu sehat adalah berolahraga rutin. Bagi orang manula alias manusia lanjut usia bisa jalan-jalan santai, atau seperti diberitakan pada laporan edisi sebelumnya, bisa dengan bersepeda. Tapi ada alternatif seperti disarankan Rasulullah SAW: berkuda dan memanah.

Sekarang yang umum memang bersepeda. Bahkan lomba fun bike banyak digelar. Bos saya di Harian Duta Masyarakat, M. Kaiyis, pernah ajek bersepeda saat ke kantor. Jaraknya cukup jauh. Kria - Surabaya. Setiap hari. Selain itu, saat libur Sabtu dan Minggu jalur bersepedanya berubah tidak Krian - Surabaya, tapi Krian - Pandaan. Hasilnya, Beliau yang dulu sakit sekarang alhamdulillah sehat wal afiat.

Namun hati-hati bersepeda bila memiliki penyakit jantung sebab serangan penyakit ini sangat mendadak dan fatal. Beberapa teman mengalami kejadian fatal ini saat bersepeda. Artinya, jangan dipaksakan dengan kecepatan tinggi bila memang tidak mampu.

Namun masalahnya, sekarang bersepeda bukan hanya olahraga fisik tapi juga refreshing bersama.komunitasnya. Malah sebagian menjadi prestise. Saat bersepeda bersama, seseorang terpengaruh pesepeda lain, termasuk dalam masalah kecepatan.

Bisa pula dicoba olahraga ala Nabi Muhammad SAW. Yakni berkuda dan memanah. Sejumlah orang memiliki kegemaran berkuda sekaligus olahraga memanah.

Selain capres Prabowo Subianto yang konon memiliki kuda dalam jumlah banyak, Ustad  Sofyan Nur Marbu Abdullah Toyyib, juga suka berkuda. Bahkan digabung dengan memanah.  Persis laskar yang sedang berperang.

Ada filosofi berkuda. Menurut Ustad Sofyan Nur, berkuda bukan hanya membuat gagah bagi penunggangnya tapi juga menciptakan keberanian, ketegasan, macho, dan cepat berpikir dan bertindak. Hasilnya membuat orang memiliki sikap cepat dalam mengambil keputusan.

Pengasuh   Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darussalam An-Nashr 3 ,  di Jl. Bukit Berbunga No. 13, Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timu, ini juga memelihara kuda.  Ustad Sofyan memelihara kuda-kudanya itu bersama para santri.

Berkuda dan memelihara kuda juga bisa  melatih seseorang untuk berkorban bagi orang lain. Sebab, memelihara kuda butuh biaya yang besar. Ustad Sofyan sendiri setiap bulan harus mengeluarkan uang  Rp 1 juta untuk biaya pemeliharaan kudanya. Hal itu bukti pengorbanan seseorang akan diketahui.

“Kuda di tempat saya, walaupun belum sempurna, tapi bisa tetap sehat. Alhamdulillah, semua berkat taufiq dan hidayah dari Allah,” kata pria yang punya 20 kuda ini.

Ustad Sofyan mengatakan, memelihara kuda merupakan suatu fitrah. Cinta kepada hewan ini sepintas perkara biasa, tapi pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tahun 1968 ini, melihat sebenarnya hal yang luar biasa.

Sunnah Nabi

Bila ditelaah dari sudut agama, kata Sofyan seperti dikutip dari hidayatullah.com, berkuda mendapat tempat istimewa.

Firman Allah dalam al-Qur’an yang berbicara tentang kuda ada pada Surat Al-‘Adiyat. Pada ayat pertama surat ini, Allah bersumpah “demi kuda perang yang berlari kencang…”.

Begitu pula dalam Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, juga terdapat banyak perhatian khusus terhadap kuda. Bahkan berkuda merupakan Sunnah Nabi.

Bahkan Sofyan mengatakan seorang temannya telah mengumpulkan 400-an Hadits tentang berkuda dan memanah. Hal ini menunjukkan olahraga berkuda dan memanah sangat dianjurkan Rasulullah SAW.

"Berkuda dan memanah bisa pula menjadi obat  berbagai penyakit. Seperti autis, sakit jantung, dan  bagi perempuan yang sulit melahirkan. Karena itu bagi pria beristri dua yang memiliki 19 putra-putri ini, berkuda dapat menghilangkan sakit kepala, sakit pinggang, stres, dan sebagainya.

“Saat sakit kepala, saya berkuda 15-30 menit, sakit kepala pun lenyap. Begitu pula sakit pinggang juga hilang setelah saya berkuda. Ambeien saya juga begitu. Hilang setelah berkuda,” katanya.

Bila ditinjau dari sisi sosial, berkuda juga prestise bagi sang pemiliknya. Terlihat keren. Orang lain pasti melihat pemiliknya sebagai orang yang kaya raya. Maklum harga kuda sangat mahal.

Bahkan, kata Sofyan, dibandingkan  kendaraan modern  sekalipun, kuda masih tergolong kendaraan yang sangat istimewa. Yang ramah lingkungan hehehe...

Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Australia, dan Inggris, juga menempatkan  kuda sebagai hewan yang istimewa. Misalnya  menjadikan kuda sebagai kendaraan khusus bagi pejabat penting maupun prajurit khusus. Karena itu, perlu dipikirkan untuk belajar olahraga ala Rasulullah SAW ini.

(Gatot Susanto)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Belajar dari Rasul Waspadai Jantung Koroner dengan Berkuda dan Memanah (2)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel