Giliran Ustad Abdul Shomad Difitnah





وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang ke sana kemari menghambur fitnah.” (QS al-Qalam:10-11)


HAJIMAKBUL.COM - Masyarakat--khususnya yang suka bermain media sosial-- diimbau agar cerdas membaca informasi. Selain itu senantiasa waspada menghadapi setiap orang yang gemar mengumbar isu yang dapat memecah belah masyarakat, dengan cara menebar kebencian dan kabar yang sarat hasutan dan potensial meruntuhkan kerukunan. Ayat dalam QS al-Qalam:10-11 itu merupakan perintah Allah SWT agar mewaspadai tukang fitnah, termasuk hantu-hantu fitnah di media sosial.


Hantu fitnah itu sekarang menyerang ulama pendukung Prabowo-Sandi. Memang inilah jahatnya bila politik menghalalkan segala cara. Menjatuhkan lawan dengan fitnah keji. Azab Allah SWT pasti akan menimpa pelakunya.





Betapa tidak, lagil-lagi akun Twitter pribadi pendukung Prabowo-Sandi dibajak untuk tujuan fitnah yang kejam. Setelah akun Twitter Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, @Ferdinand_Haean, dibajak dengan menampilkan foto-foto tak senonoh, foto bugil, yang diunggah akun @bumnbersatu, kini giliran akun twitter salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Said Didu, juga dibajak pada Sabtu (13/4/2019) malam. Hal itu dibenarkan oleh Said Didu sendiri saat dimintai konfirmasi pada Sabtu malam. Ketika itu, Said Didu sedang melihat acara debat capres.

"Twitter saya di-hack. Betul, di-hack," kata Said Didu melalui pesan WhatsAppnya seperti dikutip dari republika.co.id Minggu pagi tadi.

Mantan sekretaris jenderal Kementerian BUMN dan komisaris BUMN PT Bukit Asam (Persero) itu mengatakan, dirinya tidak bertanggung jawab atas konten-konten yang muncul melalui akunnya. Sebab akun itu telah diretas oleh pihak yang tak diketahui identitasnya.

Bahkan, Said Didu sekarang tak bisa lagi membuka akun tersebut sejak aksesnya jatuh ke tangan pembajak. Yakni sekitar waktu dia menonton jalannya debat kelima Pilpres Sabtu malam. Akun itu sendiri beralamat di www.twitter.com/saididu. Masyarakat, khususnya warganet, diminta tidak menggubris cuitan twitter yang diposting dalam akun itu.

Sejak sekira pukul 11.00 WIB Sabtu (13/4) malam tadi, akun @saididu memuat pelbagai konten yang tidak bersumber dari pemiliknya. Demikian ditekankan Said Didu.

Pelaku pembajakan tahu bila Said Didu akan melakukan serangkaian cuitan di akun twitter menanggapi acara debat capres. Biasanya memang Said mengkritisi kebijakan Jokowi. Apalagi dia tahu pasti semua yang ada dalam perut BUMN sebab dia mantan orang BUMN. Karena itu, pelaku berusaha membungkam Said Didu agar tidak mengkritik Jokowi saat debat capres terakhir. Debat kelima yang mempertemukan para calon presiden dan wakil presiden itu sangat menentukan sebab menjelang coblosan Rabu 17 April 2019. Ajang itu menjadi debat terakhir para kontestan Pilpres 2019 dan disiarkan secara langsung oleh pelbagai stasiun televisi.



Adapun konten-konten yang disebarkan akun @saididu sejak dibajak bersifat tendensius terhadap memfitnah sosok Ustaz Abdul Somad (UAS). Seperti diketahui, pada Kamis (11/4) lalu UAS telah menunjukkan dukungannya secara terbuka terhadap Prabowo Subianto. Video rekaman dukungan tersebut disiarkan pertama-tama oleh stasiun televisi TvOne. Setelah itu muncul fitnah kepada UAS termasuk dengan cara membajak akun Said Didu. Apa saja isi fitnah itu, berikut link twitter www.twitter.com/saididu yang sudah dibajak.


"Saya sangat prihatin dengan cara-cara fitnah keji semacam ini. Masyarakat jangan percaya tukang fitnah. Saya kecewa bila ada tukang fitnah semacam ini di kubu capres," kata Solikin, warga Diwek, Kab. Jombang, Minggu 14 April 2019.

Para tokoh mengecam aksi peretasan akun dan memfitnah Ustad Abdul Shomad,







(rpk/nuf)


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Giliran Ustad Abdul Shomad Difitnah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel