Mimbar Jumat: Berbuat Kebajikan, Hindarkan Permusuhan



Allah SWT berfirman:

فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ  وَالنُّوْرِ الَّذِيْۤ اَنْزَلْنَا  ؕ  وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

"Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Qur'an) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."






يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذٰ لِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ    ؕ  وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًـا يُّكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا    ؕ  ذٰ لِكَ الْفَوْزُ الْعَظِیْمُ

"(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung."


(QS. At-Taghaabun: Ayat 8 ~ 9)

Allah SWT selalu memberikan kabar gembira kepada umatnya. Kabar akan kehidupan yang benar-benar hidup, yang penuh kesejahteraan, kenikmatan, keindahan, bernama syurga.

Untuk meraihnya tentu harus selalu istiqomah berbuat kebajikan. Yakni beribadah dengan sebenar-benarnya ibadah kepada Allah sesuai tuntunan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Meneladani perbuatan Rasulullah SAW dan para nabi, para Sahabat Nabi, para Ulama sebagai pewaris ilmu Nabi.

Selanjutnya memancarkan Cahaya Illahi dengan membaca dan mengamalkan ayat ayat suci Al Quran. Berbuat kebajikan artinya menjadikan kita makhluk yang soleh solihah, termasuk memiliki kesalehan sosial yang tinggi.

Kesalehan sosial menuntut sikap peduli sesama umat. Alih alih kita menebar permusuhan, kecenderungan yang diajarkan oleh Islam adalah memberi pertolongan pada semua orang, bahkan pada musuh sekalipun selama mereka tidak dalam posisi menyerang. Itulah indahnya Islam.

Namun akhir akhir ini banyak yang mencap Islam suka menebar permusuhan. Bahkan dituduh sebagai biang teror. Sungguh sesat semua tuduhan itu. Tapi begitulah musuh Islam melakukan serangan pada Islam dan umat muslim.

Maka, selalu saja berpegang pada perintah Allah agar kita selalu berbuat kebajikan.

Menebar kebaikan rahmat bagi seluruh isi alam. Rahmat Allah jelas berbuah kedamaian. Bukan permusuhan. Caci maki, saling hujat, dan bahkan membunuh, jelas bukan perbuatan kebajikan. Tapi mengapa kita selalu suka menyemai permusuhan dan konflik? Wallahu alam....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mimbar Jumat: Berbuat Kebajikan, Hindarkan Permusuhan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel