Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Antisipasi Lonjakan Jamaah di Masjidil Haram, Petugas Keamanan Ditambah Jadi 80 Orang

Thursday, June 30, 2022 | 11:22 WIB Last Updated 2022-06-30T04:22:42Z

 


GN/PURNOMO/MCH


HAJIMAKBUIL.COM  - Jamaah haji semakin memadati Masjidil Haram. Karena itu Seksi Petugas dan Keamanan Jamaah Daerah Kerja (Daker) PPIH Makkah pun memperkuat personel guna menghadapi lonjakan jamaah yang memenuhi Masjidil Haram. 


Wartawan Hajimakbul.com dan Global News, Purnomo Siswanto, yang sedang menunaikan haji bersama istri, juga termasuk rombongan jamaah asal Sidoarjo yang baru saja memasuki Kota Makkah.  "Rombongan langsung umrah. Tawaf jam 3  dini hari tadi," kata Purnomo.


Kepala Seksi Petugas dan Keamaaan Jamaah, Kolonel Muftil Umam, ketika memberikan keterangan pers di ruang MCH Daker Makkah, Rabu (29/6/2022), mengatakan, personel keamanan diperkuat di Masjidil Haram demi memberikan rasa aman kepada jamaah. "Sebelumnya, sektor khusus Masjidil Haram personelnya 10 orang. Saat ini ditambah 19 jadi 29 personel. Ini yang khusus personel dari TNI/Polri,” katanya. 


PPIH selama ini menggandeng personel khusus dari TNI/Polri untuk memberikan bantuan pengamanan jamaah selama pelaksanaan haji.  Meski berstatus prajurit TNI/Polri, saat menjalankan tugas di Arab Saudi, mereka tidak berseragam prajurit, melainkan berpakaian putih dan rompi hitam layaknya petugas haji lainnya.


Muftil Umam yang merupakan prajurit Kopassus mengatakan, selain penguatan personel, shift jaga di Masjidil Haram juga ditambah. Jika sebelumnya hanya dua shift dengan durasi jaga masing-masing 12 jam, saat ini ditambah menjadi tiga shift dengan durasi jaga 8 jam.


Selain prajurit TNI/Polri, sektor khusus di Masjidil Haram juga diperkuat petugas lainnya. Total petugas di sektor khusus kini mencapai 80 orang. Mereka tersebar di delapan titik masjid baik di dalam maupun di luar masjid. Di antaranya di lokasi Tawaf, lokasi Sa'i, pintu Babussalam, sekitar Tower Zamzam, serta tiga terminal bus yang ada di seputaran Masjidil Haram.


Selain memberi rasa aman bagi jamaah, personel yang dikenal dengan sebutan Linjam (pelindungan jamaah) ini juga membantu jamaah yang tersesat, membantu memenuhi kebutuhan jamaah termasuk juga membantu jamaah agar tidak menggunakan jasa kereta dorong ilegal hingga membantu jamaah yang kehilangan sandal.


“Termasuk kereta dorong kita juga arahkan dan sosialisasikan untuk kereta dorong yang resmi. Kami juga punya banyak sandal untuk membantu jamaah yang kehilangan sandal,” ujarnya.


Hasil evaluasi sementara, masalah jamaah yang paling banyak terjadi di Masjidil Haram adalah lupa atau tidak tahu jalan pulang ke hotel. Tahun ini, jamaah yang seperti itu mudah diarahkan karena rata-rata masih berusia muda di bawah 65 tahun dengan tingkat pengetahuan yang mencukupi. 

 

“Hampir tidak ada risti (pelindungan), seperti tahun 2019 yang luar biasa. Tiap hari 2019, hampir ada 200 jamaah tersesat, sekarang paling banyak 20. Ini sama teman-teman langsung diatasi. Kalau ada jamaah yang tersesat. Linjam wajib membantu sampai titik bus pengantaran,” ujarnya.

 

Sedangkan untuk kasus di dalam Masjidil Haram hampir tidak ada. Ada beberapa kasus kecil misalnya karena ketidaktahuan, jamaah menggunakan jasa kereta dorong ilegal.

 

Permasalahan yang melibatkan otoritas kerajaan Arab Saudi juga relatif tidak ada. “Ada satu-dua masalah. Ada jamaah yang merokok. Ada yang merokok di sekitaran Sa'i. Yang bersangkutan habis Sa'i langsung merokok, sehingga didatangi Askar. Tidak sempat dibawa ke askar, akhirnya bisa diselesaikan,” ujarnya.


Karenanya Muftil mengimbau jamaah bisa menahan agar tidak merokok di sekitaran masjid. Apalagi di dalam Masjidil Haram.


“Pertama, soal tingkah laku yang susah diubah. Ya soal rokok. Kedua, membawa uang. Kadang jamaah suka menaruh sesuatu misalnya bawa uang, tasnya ditinggal saat wudhu, terus lupa. Yang penting lagi, jaga kesehatan kurangi ke luar hotel menyambut Armuzna,” kata dia.


KBIH juga diimbau untuk tidak membuat program umrah berkali-kali yang ujungnya menguras tenaga jamaah. “KBIH tertentu ada yang menargetkan jamaahnya umrah 7-8 kali. Terutama di wilayah Jawa Barat. Ini menjadi beban jamaah, apalagi dalam kondisi kurang sehat. Kalau dipaksakan, sementara sebentar lagi kita akan melaksanakan puncak haji,” ujarnya.

 

Jadwal Jumrah Diubah


Sementara itu  Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melakukan perubahan jadwal pelasakanaan lempar jumrah. Langkah ini diambil karena kondisi cuaca di Arab Saudi yang sangat panas.  


Jadwal baru lempar jumrah dari Kementerian Arab Saudi ini disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arsyad Hidayat saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) usai saat memimpin rapat persiapan Armuzna di Kantor Urusan Haji Indonesia, di Jeddah, Rabu (29/6/2022). Tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menetapkan jadwal lempar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijjah dilakukan sejak dini hari sampai pukul 04.30 Waktu Arab Saudi (WAS).


Di luar jam itu, lempar jumrah Aqabah akan dilakukan mulai pukul 16.00 WAS atau selepas waktu Asar sampai pukul 21.00 WAS. "Pemilihan waktu juga melihat kondisi dari cuaca yang sangat panas, akan lebih baik dan maslahat jika dilakukan di waktu yang saya sampaikan tadi," tutur Arsyad Hidayat di Jeddah, Rabu (29/6/2022).


Penyesuaian juga dilakukan pada saat jamaah melakukan lempar jumrah di Hari Tasyrik. Sebanyak 50 persen jamaah Indonesia akan melontar jumrah dari tengah malam hingga pukul 06.00 WAS. Sisanya akan melempar jumrah mulai pukul 17.00 WAS hingga 22.00 WAS.


"Termasuk jumrah pada Hari Tasyrik, ini dilakukan sama. Sebanyak 50 persen dari tengah malam sampai 06.00 dan 50 persen sisanya akan dilakukan mulai pukul 17.00 sampai 22.00," kata Arsyad.


Berdasarkan data dari Kantor Urusan Haji per 28 Juni 2022 malam, sebanyak 78.839 jamaah haji reguler sudah tiba di Arab Saudi. Mereka merupakan akumlasi dari jamaah yang mendarat di Madinah maupun di Jeddah. Sementara, sebanyak 45.537 jamaah yang berangkat pada gelombang pertama dan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, semuanya sudah berada di Makkah. (mch/pur) 


×
Berita Terbaru Update