Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi pada 1 Desember Belum untuk Umrah, Ini Sebabnya

Saturday, November 27, 2021 | November 27, 2021 WIB Last Updated 2021-11-27T07:36:31Z

HAJIMAKBUL.COM - Sejumlah biro umrah atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPUI) dan ibadah haji bersyukur Pemerintah Arab Saudi mengizinkan penerbangan langsung dari Indonesia ke negeri kerajaan itu. Namun mereka berharap agar kebijakan ini disertai dibukanya pengurusan visa umrah agar jamaah asal Indonesia bisa beribadah di tanah suci.


Pasalnya kabar yang diperoleh dari muasasah di Arab Saudi menyebutkan kebijakan penerbangan langsung itu baru untuk umum. Belum untuk ibadah umrah.


"Alhamdulillah. Semoga ini pertanda baik  dan  semakin kondusif. Sehingga normal kembali. Aamiin," kata Dirut Atria Tour &  Travel Zainal Abidin SE Sabtu 27 November 2021.


Saat dikonfirmasi Sabtu pagi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia Jawa Timur (DPD Amphuri Jatim), Mohammad Sufyan, juga mengucapkan rasa syukurnya.


"Ya Alhamdulillah sedikit-sedikit titik terang keberangkatan jamaah umrah sudah semakin jelas," katanya kepada DutaIndonesia.com dan Hajimakbul.com.


Namun kata dia menurut informasi dari muasasah di Arab Saudi kabar yang disampaikan Menteri Agama RI itu masih berlaku buat penerbangan umum dan para mukimin atau pekerja migran yang akan kembali ke negeri Raja Salman tersebut 


"Sekarang mereka sudah tidak perlu lagi karantina 14 hari di negara ketiga. Jadi bisa langsung masuk ke Saudi tetapi untuk jamaah Umrah sepertinya belum bisa karena di sistem visa belum bisa entri dan biasanya kalau masalah umrah dan haji yang mengeluarkan aturannya dari Kementerian Haji Arab Saudi," kata pemilik biro haji dan umrah Al Multazan ini.


Direktur Haji Umrah PT Annur Maknah Wisata (PT Anamta Tour), Hj Maria De Vega, menyebut senada. Izin penerbangan langsung yang dia dengar masih untuk penerbangan umum. Bukan penerbangan umrah.


"Ini masih untuk umum Pak. Karena kalau lihat pengalaman sebelumnya, visa umrah aturannya dibedakan. Kita tunggu saja aturan resmi dari pemerintah," katanya.


Selain itu dia juga menyebut aturan vaksin juga masih sama memakai booster. "Semoga saja nanti benar-benar tanpa booster. Kabar karantina juga masih simpang siur, ada yang bilang tiga hari dan ada yang menyebut lima hari. Lebih baik menunggu pengumuman resmi dari pemerintah," katanya. 


Tanpa Booster


Seperti diberitakan sebelumnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan hasil kunjungan kerjanya ke Arab Saudi.  Menurut Menag, usahanya melobi Arab Saudi berbuah manis.


Hal itu setelah otoritas penerbangan Arab Saudi telah memperbarui aturan penerbangan internasionalnya. Terhitung 1 Desember 2021, penerbangan dari Indonesia bisa langsung menuju ke Arab Saudi.


Untuk itu, Menag Yaqut Cholil Qoumas pun menyambut baik aturan baru yang diterbitkan otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021. 


“Alhamdulillah, jelang kepulangan kunjungan kerja dari Arab Saudi, saya mendapat informasi resmi bahwa mulai pukul satu dini hari, pada Rabu 1 Desember 2021, warga Indonesia sudah diperbolehkan masuk ke Arab Saudi tanpa perlu melalui negara ke-3 selama 14 hari,” kata Menag di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, jelang kepulangannya ke Indonesia, Kamis (25/11/2021) malam.


Yang menggembirakan, kata dia, tidak lagi ada persyaratan booster, namun  tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menjalani karantina institusional selama lima hari.


" Ini harus dipatuhi dan menjadi perhatian bersama,” katanya.


Selain Indonesia, kata Menag, ada lima negara lain yang juga sudah mendapat izin masuk Saudi, yaitu: Pakistan, Brazil, India, Vietnam, dan Mesir.


Larangan terbang atau suspend diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lainnya sejak Februari 2021. Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021. Penerbangan dari Indonesia diperbolehkan langsung ke Saudi, tetapi hanya dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi, baik mukimin atau ekspatriat. 


“Semoga ini juga akan menjadi kabar baik buat jemaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021. Semoga jemaah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ke Tanah Suci. Namun, harus disiplin protokol kesehatan sesuai ketentuan Arab Saudi,” pesannya.


Gus Menteri, sapaan akrab Menag Yaqut, mengapresiasi respons cepat dari otoritas Arab Saudi atas sejumlah pembahasan yang dilakukannya beberapa hal ini di Jeddah dan Makkah, baik dengan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Syekh Abdullatif bin Abdulaziz, Gubernur Makkah Khalid bin Faisal Al Saud, maupun Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi H.E Tawfiq F. Al-Rabiah.


“Dalam tiap kesempatan, saya sampaikan kepada mereka tentang kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bersama tim Kemenag sudah saya minta untuk menyusun skenario dan teknis penyelenggaraan yang akan dibahas bersama dengan Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia Dr. Abdulfatah Suliman Hashat bersama jajarannya,” kata Menag.


Apresiasi juga disampaikan Menag atas sambutan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Syekh Abdullatif bin Abdulaziz. Menag tiba di Arab Saudi pada 19 November 2021 dan disambut oleh Syekh Abdullatif di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Kepulangan Gus Menteri pada 25 November melalui bandara yang sama juga diantar langsung oleh Syekh Abdullatif.


Menurut Konjen RI di Jeddah, Eko Hartono, sambutan ini sangat luar biasa. “Kedatangan Gus Menteri mendapat sambutan luar biasa. Sebab, kedatangannya langsung disambut Menteri Urusan Agama Islam. Demikian juga kepulangannya, langsung diantar Syekh Abdullatif,” ujar Konjen RI di Jeddah, Eko Hartono, seperti dikutip dari lamam kemenag.go.id Sabtu 27 November 2021. (gas)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update