Renungan Subuh di Masjidil Haram



Oleh
Imam Shamsi Ali* 

HAJIMAKBUL.COM - Menjadi titik kecil dari lautan manusia di Masjidil Haram Subuh tadi membawa saya ke alam imajinasi. Kalau saja kekuatan dan kebersamaan ruhiyah ini diterjemahkan ke dalam alam realita kehidupan, niscaya dunia akan goncang merasakan kekuatan itu. 

Sungguh kekuatan getaran ruhani insan-insan Mukmin itu menggetarkan. Bagaikan dahsyatnya getaran ruhiyah Al-Quran menggoncang gunung-gunung itu. Kekuatan ruhiyah itu bagaikan halilintar hadir menggertak untuk membuka pintu-pintu hujan dari langit. 

Dengan kebersamaan dalam soliditas ruhiyah ini insan-insan Mukmin akan mampu menggoncang kebekuan dan kegersangan dunia masa kini.

Tantangan bagi umat kini adalah mengejewantahkan kekuatan ruhiyah itu ke dalam aksi dan realita.

Menterjemahkan kekuatan “langit” itu menjadi “earthly force” (kekuatan bumi) untuk mewujudkan nilai-nilai kebaikan universal sebagai realisasi langsung dari karakternya sebagai “rahmatan lil-alamin”. Semoga!  (*)

Al-Haram, 8 Agustus 2019 

* Presiden Nusantara Foundation 

Foto: Penamatan program tahfidz intensif di pesantren Nur Inka Nusantara Madani USA

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Renungan Subuh di Masjidil Haram"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel