Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Keajaiban Istighfar

Tuesday, August 13, 2019 | 06:07 WIB Last Updated 2019-08-12T23:07:57Z


Oleh Sufyan Fuad Baswedan, M.A.


HAJIMAKBUL.COM -  Ingin fikiran tenang, hati lapang, jiwa tenteram, dan hidup nikmat? Perbanyaklah istighfar!

Allah berfirman: "'istighfarlah kepada Rabb-mu lalu bertaubatlah kepada-Nya; niscaya Dia akan memberimu kenikmatan yang terus-menerus'" (Hud: 3).

 Ingin badan lebih kuat, sehat dan bebas dari segala penyakit? Perbanyaklah istighfar! 

Allah' berfirman, yang artinya:
"Istighfarlah kepada Rabb-mu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras kepadamu, dan menjadikan tubuhmu makin kuat'" (Hud: 52).

 Ingin terhindar dari bencana' selamat dari musibah, dan terjaga dari fitnah? Perbanyaklah istighfar! 

Allah' berfirman, yang artinya: "Allah tidak akan mengazab mereka, selama mereka beristighfar." (Al Anfal: 33).

 Ingin curahan hujan' keturunan shalih' dan rezeki lancar? Perbanyaklah istighfar! 

Allah' berfirman, yang artinya: "Istighfarlah kepada Rabb-mu karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan menciptakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu." (Nuh: 10-12). 

Ingin dosa diampuni' pahala bertambah' dan derajat terangkat? Perbanyaklah istighfar! 

Allah' berfirman, yang artinya: "katakan: "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada mereka yang berbuat baik." (Al Baqarah: 58). 

Makna Istighfar 

Istighfar artinya meminta maghfirah dari Allah. Maghfirah berasal dari kata 'ghafara', yang maknanya menutupi dan memaafkan. Artinya, ketika seseorang beristighfar, berarti ia minta kepada Allah agar dosanya ditutupi sehingga tidak ada orang lain yang mengetahuinya; sekaligus dimaafkan sehingga pelakunya terbebas dari sangsi. 

Kata 'istighfar' sering digunakan dalam pengertian 'taubat'. Keduanya sama-sama memiliki pengertian kembali kepada Allah dan harapan agar Allah menghilangkan apa-apa yang tidak baik. Hanya saja, istighfar berupa permohonan lisan dari seorang hamba; sedangkan taubat berupa usaha dari hamba yang bersangkutan.

Ketika lafazh istighfar disebutkan secara independen, maka ia juga berarti taubat. Namun saat disebutkan secara beriringan (seperti dalam surah Hud ayat 3 dan 52); maka masing-masing memiliki makna yang lebih spesifik, sebab dalam istighfar terkandung permintaan agar Allah melindungi kita dari kejahatan yang telah lalu akibat dosa-dosa kita.

Sedangkan taubat berarti kembali kepada Allah, dan minta dilindungi dari kejahatan yang akan datang akibat dosa-dosanya. 

Hukum Istighfar

Hukum asal istighfar adalah sunah, sebab alasan beristighfar tidak harus karena dosa. Sebagaimana praktik Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari, padahal Beliau tidak memiliki dosa sama sekali.

Kendatipun demikian, istighfar bisa menjadi wajib hukumnya, seperti istighfar akibat maksiat. Atau bahkan haram hukumnya, seperti memintakan ampunan bagi orang kafir.

Dalilnya ialah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: 'Aku pernah minta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun Allah tidak mengizinkan'' (HR. Muslim 1627)

Lafazh Istighfar

Istighfar bisa dilakukan dengan berbagai lafazh, seperti dengan mengatakan 'Astaghfirullah', atau Astaghfirullaaha wa atuubu ilaih', atau yang lebih afdhal adalah: 
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ، وَأَتُوبُ 
إِلَيهِ
 "Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada ilah melainkan Dia, Yang Maha Hidup lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya. Dan aku bertaubat kepada-Nya."

 Barangsiapa mengucapkan istighfar seperti ini maka dosanya diampuni walau dia lari dari medan perang. (*)


Naskah ini diambil dari Buku Misteri Kedahsyatan Doa dan Dzikir  karya Abdullah Taslim dan Sufyan Fuad Baswedan, M.A. Dkk
×
Berita Terbaru Update