Catatan Utteng tentang Kemerdekaan Murni*

 

The essence of Independence is genuine freedom. Freedom from fear and wants. Freedom from a materialistic, egoistic and consumerist life style to a balanced, decent and honorable life style.

Or as Amr Ibnu Rabee’ told Rustam, the Roman army commander: we have come to free you from any enslavment but to the Creator, from oppression of ideologies to the justice of Islam, and from the narrowness of this world to the bredth of the life Hereafter. 

That is the Independence we should all celebrate!

Means:

Esensi kemerdekaan itu adalah kebebasan yang murni. Bebas dari rasa takut dan himpitan kebutuhan. Dari gaya hidup materialis, egois dan konsumeris ke gaya hidup yang imbang, baik dan mulia.

Atau seperti yang pernah disampaikan oleh Rabi’ bin Amar ke Panglima pasukan Romawi, Rustum, di saat terjadi peperangan Al-Qadisiyah: 

"Kami datang untuk membebaskan kamu dari penghambaan sesama makhluk kepada penghambaan semata kepada pencipta. Dari kezholiman ideologi-ideologi kepada keadilan Islam. Dan dari sempitnya dunia ke luasnya kehidupan akhirat."

Itulah kemerdekaan yang kita semua harus rayakan! (*)

NYC, 5 Juli 2019 

* Putra Kajang di kampung Donald.

Foto: bersama Rektor Universitas Negeri Hasanuddin (UNHAS), Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu M.A, sebelum ceramah umum beberapa waktu lalu.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Catatan Utteng tentang Kemerdekaan Murni*"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel