Bekam Semakin Diminati Umat, Seperti di Masjid Al-Fajar Ini




HAJIMAKBUL.COM - Pengobatan ala Nabi Muhammad SAW semakin diminati masyarakat. Hal ini karena sudah terbukti memberi manfaat bagi kesehatan bila diterapkan secara baik dan benar. Bila pengobatan ala Nabi sudah memasyarakat secara luas, pasti tidak ada lagi istilah berobat itu mahal.


Salah satunya adalah bekam. Masyarakat antusias hadir di Masjid Al-Fajar, Menanggal, Surabaya, yang menggelar pengobatan bekam Minggu 7 Juli 2019. Pengobatan bekam untuk pria dan wanita itu dilaksanakan setiap bulan minggu pertama yang dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga waktu Dhuhur.

Kawulo Udin Muhammad Shaffudin dari Sinergi Relawan Bekam Surabaya, mengatakan, bahwa tim untuk bekam di Masjid Al-Fajar sebanyak 10 orang baik lelaki maupun perempuan. Dia sangat senang sebab bekam semakin diminati masyarakat.

“Secara keseluruhan kami memiliki tim (tenaga bekam) sekitar 100 tenaga ahli bekam profesional. Kami melakukan pengobatan tidak hanya di masjis-masjid, tetapi juga di beberapa kantor baik swasta maupun pemerintahan, ” kata Saifuddin, Minggu (7/7/2019).

Pengobatan di Masjid Al -Fajar ini cukup banyak diminati, khususnya oleh para jamaah masjid tersebut. Setiap anggota masyarakat yang akan melakukan bekam tidak dipungut biaya. Hanya pasien disuruh mengisi infaq seikhlasnya. 

Erfandi Putra, salah seorang pasien, mengaku senang dengan adanya pengobatan bekam sebab dia bisa ikut berobat. Dia senang sebab bekam bukan hanya hasilnya saja yang membuat pasien sehat dan segar karena darah kotor yang menumpuk di tubuh dikeluarkan, tapi juga sunnah Rasulullah SAW. Dan mengikuti sunnah Rasul insya Allah mendapat pahala. "Habis bekam rasanya tubuh segar," katanya.

Bekam memang merupakan salah satu thibbun nabawi alias pengobatan ala Nabi SAW. Dari Jabir bin Abdullah dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa Beliau bersabda:

ان لكل داء دواء، فاذا اصيب دواء الدا ء برء باذن الله

“Sungguh setiap penyakit ada obatnya jika obat mengenai penyakit maka ia sembuh dengan izin Allah.”

Aiman bin Abdul Fattah dalam salah satu tulisannya berjudul "Keajaiban Thibbun Nabawi" yang dikutip panjimas.com menyebut kadang-kadang berobat hukumnya menjadi wajib, sunah, haram, atau makruh. Berobat hukumnya wajib apabila penyakit yang diderita menyebabkan tidak ditunaikannya hak-hak orang lain, sunnah apabila pengobatan itu dari hal-hal yang sunnah, makruh apabila dengan kay, dan haram bila dalam pengobatan itu digunakan khomr.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam telah berpesan agar berbekam. Beliau bersabda:

ان كان في شيء مام تدا و يتم به خير فا لححا مة

“Jika dalam metode pengobatan Kalian ada kebaikan maka itu ada dalam bekam.”

Beliau juga bersabda:

خير ما تدا ويتم بهالححامة

“Sebaik-baik pengobatan yang kalian gunakan adalah bekam.”

Bahkan ada pesan Malaikat agar berbekam. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

ما مررت ليلة اسر بي بملك من الملا اكة الا قا لوا: يا محمد، مر امتك بالحخا مة. وفرواية: عليك يا محمد با لحخا مة

“Pada malam diisro’kan, tidaklah aku melalui sekelompok malaikat, kecuali mereka berkata, ‘Wahai Muhammad, perintahlah umatmu untuk berbekam.'” Dalam riwayat lain, “Hendaklah engkau berbekam, wahai Muhammad!”

Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda:

اخبر ني جبريل ان الحجم انفع ما تدا وي به الناس

“Jibril memberitahuku bahwa bekam merupakan pengobatan paling bermanfaat yang digunakan oleh manusia.”

Jadi, para malaikat Allah yang memberitahu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tentang keutamaan berbekam, akan tetapi siapakah yang memberi tahu para malaikat itu? Tentu saja Allah SWT. Sebab tidak ada satu pun yang mengetahui hal yang ghaib selain Allah.

Praktik-praktik dan hasil-hasil pengobatan bekam membuktikan bahwa ini merupakan metode pengobatan yang baik. Dan bukan hanya untuk menangani sakit sakit yang ringan, akan tetapi Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ini juga bermanfaat mengatasi penyakit-penyakit yang oleh para pakar pengobatan modern sulit disembuhkan, seperti kanker, rematik, dan penyakit penyakit lain. 

Hadis-hadis Nabi di atas hanyalah ibarat setetes air di lautan, akan tetapi itu pun telah mencengangkan dan membuat silau akal para pakar pengobatan modern. Mereka tidak bisa bersikap apapun selain menerima dan tunduk kepadanya. (gatot susanto)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bekam Semakin Diminati Umat, Seperti di Masjid Al-Fajar Ini "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel