Prof Dr KH Tolchah Hasan, Menag di Era Gus Dur, Wafat




HAJIMAKBUL.COM - Innalillahi wa innailaihi rajiun. Mantan Menteri Agama di era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Prof Dr KH Tolchah Hasan, wafat Rabu 29 Mei 2019. Almarhum meninggal pada pukul 14.30 WIB saat menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, di ruang paviliun. Setelah dilakukan salat jenazah, almarhum pun dimakamkan pada Rabu malam harinya.

Ribuan masyaratat mengantar pemakaman KH Tolchah Hasan di pemakaman keluarga di Jalan Bungkuk, Pagentan, Singosari, Kabupaten Malang. Jenazah berangkat dari rumah duka di Jalan Ronggolawe yang berjarak sekitar satu kilometer. Sebelumnya salat jenazah digelar di masjid At- Thoriyah, Rabu (29/5/2019) malam pukul 20.30 WIB. Lokasi makam berada tepat di sebelah barat masjid, yang merupakan kompleks pemakaman keluarga.

Tidak semua petakziah bisa mengikuti proses pemakaman. Meski demikian mereka tetap bertahan di lokasi, sampai proses pemakaman selesai. Sejumlah kiai, Plt Bupati Malang Sanusi dan Wali Kota Malang Sutiaji beserta warga Nadliyin hadir saat pemakaman.

Gus Anas Nursalim, mewakili keluarga, dalam sambutan sebelum pemberangkatan jenazah di rumah duka mengatakan, kesehatan Mustasyar PBNU ini menurun sejak Maret 2019 lalu. 

Upaya penanganan medis sudah dilakukan dengan membawa mantan Menteri Agama di era Gus Dur ini ke RS Islam Kota Malang, RS Persada dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

"Kesehatan Beliau menurun sejak Maret 2019, sudah dilakukan perawatan medis dan beliau dipanggil menghadap Allah SWT tadi pukul 14.10 WIB di RS Saiful Anwar," ucap Gus Anas.

Plt Bupati Malang Sanusi mewakili masyarakat Kabupaten Malang mengatakan, sosok KH Tolchah Hasan banyak berjasa bagi masyarakat Kabupaten Malang khususnya, dan Malang Raya.

"Unisma (Universitas Islam Malang) menjadi amal jariyah Beliau, yang merupakan perguruan tinggi terbesar milik Nahdlatul Ulama (NU). Dan kami diberikan amanat untuk mengembangkan Fakultas Kelautan dan Perikanan di Malang Selatan. Tujuannya, untuk menjadikan masyarakat Malang berintelektual Islamiyah," ujar Sanusi terpisah.

Sanusi berharap, para santri mampu meneruskan perjuangan KH Tolchah Hasan, dalam hal memajukan dunia pendidikan Islam di Malang Raya.  


Kiai Tolchah Hasan menjabat Menteri Agama di kabinet Persatuan Nasional di era kepemimpinan KH Abdurrrachman Wahid atau Gus Dur sebagai Presiden RI. Masa jabatannya 26 Oktober 1999 - 9 Agustus 2001.

Pria kelahiran Tuban 10 Oktober 1938 ini meninggalkan tiga anak dan empat cucu serta seorang istri, yang tinggal di Singosari Malang. Kiai Tolchah pernah menduduki Mustasyar PBNU dan sebelumnya menjabat rektor Universitas Merdeka (Unmer) Malang pada tahun 1998 dan Dewan Pembina Yayasan Unisma hingga sekarang. Pernah menjadi Ketua Tim Investigasi katering Arafah-Mina (Armina) yang dibentuk Presiden SBY tahun 2007.

Sosok KH Tolchah Hasan dikenang keluarga sebagai orang yang memiliki kepribadian sangat mulia. Berjiwa pemimpin dan memberikan kecintaan yang besar bagi anak-anak, cucu, dan istrinya. 

Terakhir, KH Tolchah mengajak semua keluarganya pergi menunaikan ibadah umrah. Sebelum kemudian kondisinya terus menurun, karena gangguan pencernaan. 

"Beliau merupakan orang tua yang sangat mencintai keluarganya, masih di tahun ini (2019), mengajak semua keluarga untuk ibadah umroh bersama. Kami sempat bingung, karena sudah sepuh. Namun alhamdulillah semua berjalan lancar," ungkap menantu KH Tolchah Hasan, Hadardi Airlangga ditemui di rumah duka Jalan Ronggolawe, Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (29/5/2019), malam.

"Beliau merupakan sosok leader (pemimpin), politikus dan banyak mendedikasikan dirinya untuk umat. Pesan yang pernah diberikan adalah, jangan sampai bersaing dengan anak buah," sambung Hadardi.

Menurut dia, KH Tolchah cukup memiliki kedekatan dengan umat. Sosoknya juga dikenal multi talenta dan memiliki kepedulian tinggi untuk dunia pendidikan Islam.

Hadardi menuturkan, ada gangguan pada tenggorokan yang dikeluhkan KH Tolchah sebelum kondisi kesehatannya menurun. Upaya pengobatan kemudian dilakukan dengan membawanya ke RS Islam.

"Ada gangguan pada tenggorokan. Sakit ketika menelan, itu yang dikeluhkan. Kemudian kami membawanya ke RSI (rumah sakit Islam) dan kemudian dirujuk ke RSSA. Di sana (RSSA) sekitar dua pekan menjalani perawatan," tutur dokter spesialis penyakit dalam ini. (det/gas)


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Prof Dr KH Tolchah Hasan, Menag di Era Gus Dur, Wafat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel