Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tips Memilih KBIH yang Baik

Friday, April 19, 2019 | 08:51 WIB Last Updated 2019-04-19T01:51:36Z

HAJIMAKBUL.COM - Kelompok Bimbingan Haji atau KBIH menjamur di masyarakat. Namun tidak semua amanah. Selalu ada yang abal-abal dan berniat hanya mencari keuntungan dari calon jamaah haji atau umrah. Karena itu masyarakat harus hati-hati dalam memilih KBIH.

Saya sendiri sudah lama ikut KBIH di Abah Moekri di Pungging Mojokerto. Maaf saya lupa nama KBIH beliau sebab lama tidak sowan ke sana. Bukan hanya saya, sebagian besar keluarga saya di Jombang ikut KBIH beliau. Saya yang tinggal di Sidoarjo dan ibu mertua yang tinggal di Lamongan juga ikut Abah Moekri, meski daftarnya tetap di masing-masing Kantor Kemenag.




Saya dan istri daftar di kantor Kemenag Sidoarjo, sedang ibu di Lamongan. Itu tahun 2012. Saya berangkat haji, insya Allah, sesuai nomor porsi, tahun 2022. Dan semoga dengan adanya tambahan kuota bisa maju sedikit ke tahun 2021, misalnya. Semoga saja.

Kembali ke soal KBIH, masyarakat memang harus hati-hati sebab banyak yang memanfaatkan hal ini sebagai bisnis semata. Bisnis tentu boleh saja asal tidak menipu calon jamaah. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Sebelum mendaftar ke KBIH, cek dulu KBIH yang bersangkutan apa resmi terdaftar di Kemenag atau hanya papan nama. Caranya bisa kunjungi website Kemenag.go.id.

2. KBIH yang tidak berizin resmi biasanya lebih agresif saat menggaet calon jamaah haji. Biasanya calon jamaah haji yang tengah mencari tempat bimbingan tanya sana sini hingga terdengar pihak KBIH ini, yang selanjutnya pasti gencar merayu menawari agar ikut gabung KBIH-nya.




3. KBIH yang sudah mendapat izin sudah diimbau agar hanya mencantumkan namanya sebelum sampai di embarkasi. Kalau sudah masuk embarkarsi yang ada hanya pembimbing ibadah haji. Hal ini mestinya juga diinformasikan ke calon jamaah.

4. KBIH resmi mestinya jamaahnya bisa digabungkan dalam satu kloter. Kalau KBIH yang tidak resmi seharusnya sesuai dengan nomor urutnya dan tidak bisa disatukan dalam satu kloter.

5. Hati-hati. KBIH tidak resmi biasanya juga berbekal lobi pejabat Kementerian Agama agar jamaahnya tetap bisa disatukan dalam satu kloter. Lobi-lobi ini yang biasanya merusak sistem dan merugikan jamaah secara umun.

Sementara kalau ada KBIH sudah mendapatkan izin dan melakukan diskriminasi terhadap jamaah haji mandiri, izinnya tidak diperpanjang. KBIH ini bisa distop kegiatannya.




6. Meski tidak mutlak, reputasi KBIH biasanya sudah beredar di masyarakat. Bahkan biasanya ada orang yang bertindak semacam calo atau marketing KBIH. Mereka ini gencar mempromosikan KBIH.



Jangan terlalu percaya pada omongan bujuk rayu orang marketing ini, sehingga harus dicek sana sini dan harus didatangi kantor KBIH serta jangan ragu bertanya detail soal legalitas, dan lain-lain.

7. KBIH yang resmi dan baik pasti melayani calon jamaah dengan baik. Terbuka. Memberi info yang lengkap.

Abah Moekri sendiri tidak hanya memberi info detail, tapi juga memberi semangat calon jamaah haji dan umrah agar semangat pula beribadah. Semangat menabung untuk bekal ke tanah suci. Semoga kita diberi kemudahan mencari rezeki oleh Allah. Rezeki yang melimpah dan berkah agar bisa segera berhaji dan berumrah. Amiin

(Gatot Susanto)




×
Berita Terbaru Update