Inovasi Layanan Haji 2019, Apa Saja?


HAJIMAKBUL.COM - Tahun 2019 ini Indonesia menjadi negara yang memberangkatkan jamaah haji terbanyak ke Arab Saudi. Jumlahnya 231 jamaah. Besarnya jumlah jamaah haji ini membuat pemerintah berupaya maksimal memberikan layanan yang terbaik.

Untuk itu ada beberapa hal baru atau inovasi yang dilakukan pada layanan haji tahun ini. Inovasi ini mengacu pada hasil evaluasi Pemerintah Indonesia yang disampaikan kepada Pemerintah Arab Saudi saat menggelar pertemuan membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2018. Sejumlah inovasi ini disampaikan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis.

"Ini inovasi yang luar biasa terjadi pada tahun ini," kata Sri Ilham Lubis saat menjadi pembicara pada acara Pembekalan Terinegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440H/2019M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (24/4/2019).





Inovasi pertama berkaitan dengan peningkatan porsi sistem sewa hotel dari blocking time menjadi full musim. Bila pada tahun sebelumnya, sistem sewa hotel dengan skema full musim baru 50 persen, pada tahun ini naik menjadi 75 persen.

"Alhamdulillah kita sudah berhasil 50 persen hotel-hotel yang disewa di Markazia tahun lalu 50 persen dan tahun ini bisa ditingkatkan menjadi 75 presen (full musim) dan 25 persen masih dengan blocking time," tutur dia.

Inovasi lain, Pemerintah Arab Saudi juga menambah satu embarkasi untuk layanan fast track. Kemudian untuk embarkasi lain yang tidak mendapatkan fasilitas ini, akan diberi layanan dari non fast track menjadi semi fast track.

"Jadi semi fast track, mereka (jemaah) akan tetap dimintakan satu sidik jari saat tiba nanti dan distempel paspor dan setelah itu langsung ke bus. Jadi mereka tidak urus bagasi lagi," jelas dia.




Dia menuturkan, selama ini paling banyak menyita waktu jamaah haji adalah soal pengurusan bagasi. Sebab itu, kebijakan ini dinilai akan banyak membantu jamaah haji saat datang di Arab Saudi.

Selain kedua hal tersebut, hal yang dikabulkan Pemerintah Arab Saudi adalah penambahan sarana buang air bagi jamaah haji Indonesia di Mina.  "Pada Desember 2018, Muasassah (organisasi penyelenggara ibadah haji yang ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi) mengabulkan permintaan menteri agama, yaitu, penambahan jumlah toilet yang pada tahun sebelumnya lima per maktab, mulai haji 2019 ini penambahan menjadi delapan toilet per maktab," tutur dia.

Menurut Sri, sebelum dilakukan penambahan, untuk satu toilet di Mina bisa diantre oleh 68 orang. Namun, dengan adanya penambahan ini, diharapkan antrean itu bisa terurai. (huda sabily)




Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Inovasi Layanan Haji 2019, Apa Saja? "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel