Tips dan Trik Haji & Umroh agar Tak Tersesat



BERHAJI dan umroh merupakan ibadah yang menguras tenaga secara fisik dan ruhani. Secara fisik jamaah haji atau umroh harus melakukan prosesi haji yang panjang dan lama serta dilakukan dengan serius dan khusyuk.





Betapa tidak, para jamaah haji harus bertemu dengan jutaan umat yang berkumpul pada satu titik di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, dalam kondisi cuaca yang kadang sangat panas dan sebaliknya kadang sangat dingin. Kondisi serupa terjadi di Masjid Nabawi Madinah yang juga dipadati umat dari seluruh dunia.


Berjubelnya manusia dalam cuaca ekstrem tentu menguras tenaga. Beragam umat dari segala suku bangsa tanpa diketahui kondisi pasti kesehatan mereka tentu sangat rawan dari sisi kesehatan. Karena itu ada cek kesehatan khususnya vaksin meningitis. Tujuannya selain itu untuk mencegah penularan antar jamaah dari seluruh dunia serta mencegah penularan meningitis kepada keluarga di tanah air.

Meningitis meningokokus ditularkan langsung melalui percikan cairan hidung dan tenggorokan pada saat batuk/bersin dari penderita. Penyakit ini menyerang selaput otak (meningen) dan dapat menimbulkan cacat bahkan kematian.

Dalam kondisi lelah, penyakit bisa menyerang dengan mudah. Belum lagi bila harus melakukan Thawaf, Sa'i, menuju Arafan dan Mina untuk Wukuf dan lempar Jumroh serta ritual lain, tentu sangat melelahkan sehingga tubuh harus disiapkan agar terus fit.


Daya tahan tubuh dan keimanan diuji sebagai esensi haji meneladani keimanan dan ketauhidan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Ibunda Siti Hajjar.  Kondisi ruhani juga harus prima. Keimanan ini yang membuat kita saat melaksanakan ritual haji atau umroh berusaha sekhusyuk mungkin sehingga juga menguras tenaga.


Artinya, ibadah haji dan umroh itu full energy. Tidak bisa dilakukan setengah-setengah sebab bila kita berhaji atau berumroh ala kadarnya saja tidak akan mendapat kemabruran dan kemakbulan yang hikmah dan berkahnya bisa kita rasakan hingga pulang ke Tanan Air. Hikmah dan berkah haji bagi kita, keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitarnya. Hal itulah yang mestinya terjadi pada jamaah haji.

Kondisi yang demikian membuat jamaah lelah dan kadang stres. Ujung-ujungnya bisa musibah bagi jamaah, antara lain bila mereka tersesat bahkan terluka, dan terkena penyakit. Untuk itu ada tips dan trik yang mungkin bisa memandu jamaah, antara lain sebagai berikut:

1. Lakukan persiapan matang saat di Tanah Air. Baik fisik maupun psikis atau ruhani.

2. Salah satu persiapan adalah mengikuti manasik dengan baik. Ada sebagian jamaah sok tahu atau
    sok pintar seolah sudah hafal manasik, biasanya karena si jamaah memang sombong, keluarga
    terpandang, atau guru ngaji/ustad, sehingga memandang remeh manasik,padahal mungkin ada
    perubahan situasi dan ada penjelasan lain dari travel umroh atau pihak KBIH. Pengalaman di
    lapangan tak sedikit ustad yang kesasar di tanah suci, atau jamaah yang berusia muda sakit
    sementara yang usia tua sehat dan bugar.

3. Saat pembekalan manasik, diberi tahu soal peta Masjidil Haram, mulai nama dan nomor gate
    (pintu masuk masjid), jarak lokasi hotel  dan gate, toilet untuk buang air, titik titik tempat wudhu,
    terutama peta Kakbah untuk thawaf dan lokasi Sa'i untuk di Masjidil Haram, hingga lokasi Wukuf
    dan Lempar Jumrah. Begitu juga saat di Madinah dan tempat-tempat lain yang akan dikunjungi
     jamaah.

4. Selain harus memperhatikan penjelasan ustad saat pembekalan di tanah air dan penjelasan
     muthowif saat di Tanah Suci, perlu juga mengecek untuk mempelajari peta melalui google.com
     atau youtube.com. Hal ini penting agar kita tahu situasi di lokasi ibadah kita nantinya.

5.  Bila hendak keluar rombongan, perlu dibuat janji atau pemberitahuan berapa lama harus ditunggu,
     bertemu di mana lokasinya, dan berkomunikasilah via ponsel. Soal ponsel banyak jamaah
     membawa selain untuk komunikasi juga dokumentasi video atau foto. Banyak jamaah selfie di
     lokasi Thawaf dekat Kakbah. Hanya saja harus hati-hati kadang dilarang oleh askar. Untuk
     komunikasi harus pula janjian agar tidak terdengar ring tone panggilan dengan suara keras dalam
     waktu lama saat ibadah yang tentu mengganggu jamaah lain, atau justru panggilan tak terjawab
     sebab suara ringtone justru tak terdengar karena sangat ramai.

Tips dan Trik lain baca di tulisan selanjutnya....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tips dan Trik Haji & Umroh agar Tak Tersesat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel