Lagi-lagi Jamaah Umrah Gagal Terbang! Baca Dulu Tips Memilih Travel Haji Umrah Ini


              Gambar hanya ilustrasi


SEBANYAK 270 jamaah umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau biasa disebut First Travel tertunda keberangkatannya ke Arab Saudi. Mereka berasal dari berbagai daerah, dan sudah tiba di Jakarta pada 28 - 29 Maret lalu. Kasus ini sering terjadi. Karena itu, sebelum berumrah, baca dulu tips memilih travel haji umrah ini.





Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim investigasi untuk mendapatkan keterangan atas tertundanya jamaah umroh ini. Dari hasil investigasi, diperoleh informasi bahwa mereka saat ini mendapatkan pelayanan akomodasi dan konsumsi di tiga hotel berbeda.

"135 jamaah menginap di Hotel Pop, 90 jamaah di Hotel Zest, sedang 45 Jamaah di Hotel Mandala," terang Muhajirin di Jakarta, Jumat 31 Maret 2017.

Menurut Muhajirin, tertundanya keberangkatan jamaah umrah First Travel ini disebabkan persoalan visa yang belum keluar. Mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo ini memastikan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini. Proses penggalian informasi terus dilakukan, tidak hanya dari pihak jamaah dan travel, tetapi juga dari provider visa.

"Kita akan telusuri lebih jauh, apakah biro perjalanan ini punya jadwal penerbangan dan perjanjian untuk mengangkut jamaah atau tidak. Kalau tidak ada, berarti manajemennya tidak bagus. Aspek perlindungan dan kenyamanan jemaah juga tidak terpenuhi," ujarnya.

Muhajirin juga akan menelusuri apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Travel yang mempunyai perencanaan yang bagus, mestinya bisa mengantisipasi hal seperti ini.

Termasuk akan ditelusuri juga apakah telah terjadi pengabaian janji atau tidak. Pasalnya, berdasarkan informasi yang masuk, jamaah sudah mengalami beberapa kali penundaan keberangkatan.

Muhajirin mengaku bahwa saat ini belum melihat adanya unsur penelantaran karena meski tertunda keberangkatannya, jamaah masih mendapatkan pelayanan dari pihak travel. Namun demikian, janji mereka kepada jamaah untuk memberangkatkan belum terpenuhi karena visanya belum keluar.

"Kalau unsur-unsur pelanggaran terpenuhi, kita akan beri sanksi sesuai fakta dan data di lapangan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama No. 18 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah," jelasnya.

"Kalau ada pengabaian, kita berikan teguran tertulis. Kalau berulang kita lakukan pembekuan. Kita harus komprehensif melihat persoalan ini," tambahnya.

Dikatakan Muhajirin, pihaknya juga akan segera mengundang pemilik perusahaan agar bisa dimintai keterangan terkait dengan kasus ini sekaligus dikonfrontir dengan data-data yang diperoleh dari lapangan.



Tips Memilih Travel

Sudah banyak terjadi kasus umrah gagal berangkat. Bahkan ada yang lebih parah, jamaahnya ditelantarkan. Namun kasus serupa masih saja sering terjadi sebab jamaah sendiri kurang pengalaman, kurang banyak mencari informasi soal biro/travel haji umrah yang baik dan memiliki izin di Kemenag, serta terlalu percaya pada biro/travelnya. Kuncinya, kita harus cerdas dan kritis.


Zainal Abidin, Direktur Utama Atria Tour & Travel, Surabata, mengatakan, banyak jamaah terpikat oleh janji harga murah sehingga tanpa melihat hal-hal lain yang berkaitan dengan perjalanan ibadah ini. Padahal aspeknya banyak. Karena itu, Atria tidak terlalu bersemangat membuat program harga murah ini, seperti biro/travel haji umrah lain, meski pihak organisasi biro/travel haji menawarkan program murah dengan harga Rp 17.900.000.

"Harga itu soal layanan dan fasilitas. Kalau soal layanan kami jamin pasti bagus sebab melayani tamu Allah itu ibadah, tapi fasilitas ini yang harus proporsional yang dikerjakan secara profesional. Kalau murah yang tentu fasilitasnya tidak bisa minta yang mewah. Kami melayani semua permintaan jamaah sesuai dengan kesepakatan soal harga dan fasilitas ini. Saat organisasi ada program Rp 17.900.000, kami tetap pakai harga Rp 18.900.000 sebab kami utamakan keselamatan penerbangan dan terjaminnya keberangkatan. Toh hanya selisih Rp 1.000.000. Dan kami hanya pakai penerbangan yang bagus dan yang bisa menjamin kepastian berangkat.  Begitu juga soal visa," katanya kepada hajimakbul.com.


Untuk menjamin jamaah, Atria malah sudah membuat jargon atau komitmen "5 Pasti" jauh sebelum dilaunching oleh Kementerian Agama. Bahkan, Atria memiliki "7 Pasti", yakni:

1. Pasti legalitasnya.
2. Pasti programnya
3. Pasti terbangnya (layanan)
4. Pasti hotelnya (akomodasi)
5. Pasti visanya  
6. Pasti harganya
7. Pasti komitmennya (dengan perjanjian tertulis)


Untuk itu ada hal-hal yang perlu diperhatikan soal travel ini. Seperti dilansir
media.ihram.asia dan hajiumrahnews,com ada 10 hal yang harus diperhatikan, sebagai berikut:


1. Biaya Paket Umrah

Memilih travel umrah seringkali dilihat dari biaya paket umrah. Tapi tentu bergantung fasilitas dan jadwal dari paket, jika diurutkan dari biaya yang paling tinggi sampai ke rendah, komponen biaya paket umrah adalah: Tiket pesawat, akomodasi (hotel), catering, bus, visa, muthawif dan paling kecil komponennya adalah handling.

Untuk komponen biaya maskapai, biasanya juga bergantung musim dan jenis maskapai. Untuk maskapai bertipe flagship seperti Saudi atau Garuda Indonesia, biaya tiket untuk PP berkisar 950 USD sampai 1.200USD. Untuk yang bertipe LCC seperti Lion Air atau Flynas biayanya tentu lebih rendah namun normalnya tidak lebih rendah dari 800 USD.

Komponen akomodasi atau hotel merupakan komponen yang cukup siginfikan, lazimnya untuk biaya akomodasi paling rendah sekitar 20USD per hari per orang untuk fasilitas bintang 3 dan kamar ber 4. Jika semua biaya ditotal, biasanya akan muncul minimal sekitar 1250 USD atau sekitar Rp 16,5 juta. Tentu jika kuantitasnya sangat besar, biaya akan turun, tapi mungkin hanya sekitar 50 USD saja. Yang jelas itu biaya minimal yang tentu harus ditambah keuntungan biro/travel haji.

Melihat fakta ini, tentu kita harus sangat hati hati jika ada paket umroh dengan biaya di bawah nominal yang disebutkan di atas. Apalagi jika jadwal keberangkatannya belum pasti.



2.Jadwal Keberangkatan

Saat travel umrah menjual paket, lazimnya jadwal keberangkatan sudah dipastikan karena terkait dengan booking tiket pesawat dan pemesanan hotel. Saat membeli paket umrah pastikan jadwal keberangkatan sudah jelas dan tertera dalam kuitansi pembelian. Ketidakjelasan jadwal juga secara syariat tidak memenuhi syarat jual beli karena ada komponen penyusun paket yang belum dipastikan oleh travel umrah.

3. Termin Pembayaran Paket

Model pembayaran terhadap paket umrah juga perlu diperhatikan, termin yang kami cermati cukup adil biasanya adalah adanya tanda jadi sebesar separuh dari jadwal (biasanya digunakan travel umrah untuk melunasi booking flight). Setelah itu adanya pelunasan beberapa minggu sebelum keberangkatan.

Yang perlu berhati hati adalah travel yang meminta pembayaran lunas beberapa bulan (atau bahkan tahun) sebelum keberangkatan. Selain berisiko tinggi, beberapa pihak juga menduga adanya sistem yang tidak disampaikan ke calon jamaah.

 

4. Itinerary Harian

Hal yang sering dilupakan oleh konsumen adalah kelengkapan informasi itinerary harian dari paket umrah. Mengingat bahwa akad paket biasanya terkait dengan kelengkapan layanan maka hal ini harus dipastikan, jika dimungkinkan minta detail ini tercantum dalam kuitansi pembelian paket.

Potensi kerugian dari jamaah biasanya cukup signifikan jika hal ini tidak jelas, misalnya tidak adanya city tour atau kurangnya kesempatan umrah kedua.

5. Nomor Lambung Maskapai

Semua travel umrah yang sudah melakukan pemesanan tiket (booking) terlebih dahulu pasti tahu nomor lambung maskapai beserta jadwal persis keberangkatan dari paket umrah yang dijual. Pastikan hal ini dapat Anda tanyakan ke travel umrah penyedia paket.

Untuk mengecek benar tidaknya nomor lambung, bisa melalui website populer seperti traveloka atau website masing masing maskapai yang dirujuk travel.

6. Detail Fasilitas Paket

Walaupun komponen ini hampir pasti tertera dalam brosur / laman informasi, seringkali masyarakat tidak dijelaskan dengan detail apa fasilitas yang tercantum. Sebagai contoh hotel, seringkali tidak dijelaskan seberapa jauh hotel yang dicantumkan dari Masjidil Haram atau Nabawi. Sebagai panduan umum, jarak nyaman hotel biasanya maksimal jika ditempuh berjalan kaki adalah 750 meter Masjidil Haram. Jarak diatas itu harus ditempuh menggunakan mobil / shuttle.

Selain itu, kadangkala travel sengaja tidak menyertakan beberapa biaya tambahan seperti biaya perlengkapan atau manasik. Walaupun tidak ada masalah, hal ini perlu ditanyakan dengan jelas kepada Travel.

7. Izin Biro Perjalanan Wisata (BPW)

Sebelum memiliki ijin penyelenggaraan umrah, travel harus memiliki izin BPW terlebih dahulu. Untuk melakukan pengecekan izin biro ini agak rumit karena harus mengecek di website pusat pelayanan terpadu perizinan di masing masing kab/kota dan kemenag.go.id. Namun hal ini bisa ditanyakan langsung ke masing masing travel umrah.



8. Izin Penyelenggara Umroh (PPIU)

Sesuai dengan amanat Undang undang nomor 13 tahun 2008 dan peraturan menteri agama nomor 18 tahun 2015, penyelenggara ibadah umroh wajib memiliki izin khusus yang disebut PPIU. Persyaratan mendapatkan PPIU sendiri tidak mudah diantaranya sudah harus berdiri selama minimal 2 tahun sebagai biro perjalanan wisata.

Dengan memiliki izin PPIU, hampir dipastikan travel yang menyelenggarakan akan lebih hati hati dalam memberikan layanan kepada jamaah. Hal ini dikarenakan izin PPIU bisa tidak diperpanjang jika ditemukan ada masalah di kemudian hari dalam penyelenggaraan. Izin bisa dilihat di kemenag.go.id.

9. Izin Penyelenggara Haji (opsional)

Tingkatan perizinan yang lebih tinggi dari PPIU adalah penyelenggara haji. Untuk menjadi penyelenggara haji, travel yang sudah memiliki izin penyelenggaraan umroh harus berdiri setidak tidaknya 3 tahun.

Dengan demikian bisa dipastikan travel yang sudah memiliki izin haji lebih dipastikan mampu memberikan kepastian ibadah. Untuk kepastian izin tersebut, silahkan cek ke laman kemenag.go.id.

10.Izin Provider Visa (opsional)

Selain izin haji, travel umrah yang sudah memiliki izin provider visa juga relatif jauh lebih bisa dipercaya. Selain proses perizinannya lebih berat. Travel yang sudah memiliki provider visa juga menaruh deposit yang cukup besar (sampai 100 ribu USD) untuk layanan visanya.

Resiko yang muncul adalah jika ada masalah dengan jamaah yang diberangkatkan maka travel akan kehilangan depositnya kepada jamaah. Tentunya hal ini menguntungkan jamaah karena lebih pasti jika memilih travel yang memiliki izin provider visa.

11. hati-hati Sistem Multi Level Marketing

Dalam hal ini, bukan lantas menyalahkan Multi Level Marketing (MLM) sebagai sebuah sistem pemasaran pada umumnya. Hanya saja, sejak konsep bisnis MLM digunakan oleh biro umrah dalam pemasarannya, ada banyak efek samping yang cenderung merugikan jamaah.

Pasalnya, penyelenggaraan umrah bukan sekadar urusan bisnis, tapi sarat dengan nilai-nilai ibadah. Sementara dalam sistem MLM ada proses rekrutmen secara berjenjang. Nah, ketika mereka (downline) tidak bisa merekrut downline berikutnya, maka kesempatan untuk gagal berangkat menjadi keniscayaan.

12. Hati-hati  Berkedok Investasi

Ada banyak program umrah supermurah yang ditawarkan biro perjalanan. Dimana kenyataannya modus atau trik yang dijalankan tak lain merupakan investasi untuk mengumpulkan dana dari masyarakat secara ilegal berkedok umrah atau haji khusus. Biasanya, biro travel menawarkan program ini dengan iming-iming yang begitu menggoda.

Dengan hanya menyetor uang sebesar Rp 10-15 juta calon jamaah dijanjikan akan berangkat umrah atau haji tahun depan hingga lima tahun. Tapi ketika waktunya tiba, bukan hanya gagal berangkat, sejumlah bonus atas investasi pun lenyap begitu saja.

Bisa jadi, ada jamaah yang diberangkatkan, lalu diminta berpromosi, tapi ternyata keberangkatan mereka dari hasil pengumpulan dana-dana tersebut. Dan sudah dapat dipastikan pada waktunya akan menjadi bom waktu, dimana banyak jamaah umrah gagal berangkat. Kasus semacam ini sudah seringkali terjadi.






*

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Lagi-lagi Jamaah Umrah Gagal Terbang! Baca Dulu Tips Memilih Travel Haji Umrah Ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel