×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Persiapan Haji Dipercepat KBIHU Al Rahmah Gelar Manasik: Calon Jamaah Minta Kuota Pendamping dan Penggabungan Diberlakukan Lagi

Wednesday, September 6, 2023 | 10:34 WIB Last Updated 2023-09-06T03:36:24Z



HAJIMAKBUL.COM - Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024 dipercepat. Selain Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sudah menyiapkan rekrutmen petugas haji 2024,  sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) juga langsung tancap gas segera setelah menyelesaikan prosesi haji 2023. 


Misalnya KBIHU Al Rahmah di Desa Mojorejo Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. KBIHU Al Rahmah sudah menggelar Manasik pertama bagi 370 calon jamaah haji (CJH) dan sosialisasi calon haji cadangan untuk 98 orang pada Minggu (3/9/2023).


Meski belum ada kepastian berangkat ke Tanah Suci, calon jamaah haji porsi cadangan ini disarankan ikut manasik haji. Pasalnya, bila sewaktu-waktu ternyata ada panggilan dari Kemenag untuk berangkat ke Tanah Suci, semua sudah dipersiapkan. 


"Siap materi, jasmani, maupun ruhaninya. Siap melakukan pelunasan biaya haji, siap secara fisik, dan siap pula manasiknya. Ikut manasik saja. Bila ternyata tidak jadi berangkat ke Tanah Suci tahun 2024,ya berangkat tahun 2025. Manasiknya tetap hanya bayar satu kali saja. Jadi, gratis untuk cadangan yang tidak jadi berangkat haji," kata Mas Kholiq, salah satu putra KH Ahmad Mukri, owner KBIHU Al Rahmah, yang memandu acara manasik tersebut.


Dalam kesempatan itu, para calon jamaah haji 2024 banyak menanyakan soal dihapusnya kuota untuk pendampingan dan kuota penggabungan untuk jamaah lanjut usia (lansia). Pasalnya, di musim haji 2023, kedua kuota itu dihapus.


Sejumlah jamaah lanjut usia menanyakan kepada  KH Ahmad Mukri, owner KBIHU Al Rahmah, tentang kemungkinan calon jamaah lansia didampingi oleh suami, istri, atau anggota keluarganya yang lain.


"Saya dapat undangan dari KBIHU Al Rahmah tapi tidak untuk manasik, melainkan sosialisasi sebab saya dan suami masuk cadangan. Namun kemungkinan besar bisa berangkat haji 2024. Cuma ibu saya, yang juga daftar melalui KBIH Abah Mukri, tidak masuk cadangan sebab selisih jarak waiting list-nya  jauh. Padahal waktu itu saya daftar bulan Februari 2012, sedang ibu, saya daftarkan pada bulan Maret 2012. Kalau ibu tidak bisa berangkat haji 2024, saya dan suami juga akan mengalah mundur ke 2025, sebab ibu saya yang sudah tua harus ada yang mendampingi. Abah Mukri (panggilan akrab  KH Ahmad Mukri, Red.) menjelaskan, bahwa dihapusnya kuota pendamping dan penggabungan sudah jadi kebijakan pemerintah yang harus ditaati, sehingga kami diminta berdoa saja agar kuota pendampingan dan penggabungan diberlakukan lagi," kata Ummu Kamilah, calon jamaah haji KBIHU Al Rahmah asal Sidoarjo, kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (6/9/2023), yang sempat ikut sosialisasi jamaah cadangan KBIHU Al Rahmah.


Bukan hanya Ummu Kamilah. Sebagian besar calon jamaah lansia mengharap agar kuota pendampingan dan penggabungan porsi haji diberlakukan lagi. Pasalnya, banyak calon jamaah haji 2024 usianya sudah tua. Seorang calon jamaah haji perempuan tampak menghadap ke Abah Mukri menanyakan kemungkinan dirinya bisa mendampingi sang suami yang tahun 2024 nanti dipastikan berhaji. 


"Saya mendaftar tahun 2020, apakah bisa mendampingi suami yang nomor porsinya sudah masuk haji 2024," katanya.


Dalam kesempatan itu, Abah Mukri menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Agama tengah mengevaluasi berbagai masalah yang terjadi selama penyelenggaraan ibadah haji 2023. Salah satunya soal dampak dihapusnya kuota untuk pendamping lansia dan kuota penggabungan porsi haji. Meski dalam penyelenggaraan ibadah haji 2023 petugas haji diperbanyak untuk mendampingi jamaah lansia, kata Abah Mukri, tapi masalah menyangkut jamaah risiko tinggi (risti) ini di Tanah Suci masih ada saja.


"Karena itu, sekarang masih dibahas, dilakukan evaluasi oleh Kemenag, soal ditiadakannya kuota pendampingan dan penggabungan tersebut. Saya harap ibu bersabar dan berdoa agar ada lagi kuota pendamping dan penggabungan," kata Abah Mukri kepada jamaahnya tersebut.


Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan haji 2023, kata Abah Mukri, jamaah haji lansia memang harus didampingi keluarganya. Sebab dengan pendampingan dari anggota keluarga sendiri tidak akan terjadi "ewuh pakewuh" saat jamaah lansia tersebut menghadapi masalah kesehatannya di Tanah Suci. Apalagi saat di Arafah, Mina, dan Muzdalifah.


"Ada jamaah suami istri yang sudah sepuh. Saat menghadapi masalah kesehatan yang sangat gawat, pasangannya tidak bisa apa-apa sebab kondisinya juga sama sepuhnya. Sedangkan petugas haji ada keterbatasan, sehingga tidak bisa terus menerus mendampingi jamaah tersebut. Khususnya di saat kondisi kesehatannya drop atau yang lain," katanya.


Karena itu, kata dia, kuota untuk pendamping dan penggabungan porsi masih diperlukan. "Namun itu nanti terserah Pemerintah, apakah akan diberlakukan lagi atau tidak. Jamaah mohon bersabar dan berdoa," katanya. 


Seperti diketahui Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan kuota haji Indonesia tahun 2024 sebanyak 221.000 jamaah. Kemenag pun mengumumkan tahapan persiapannya mulai 16 September 2023. Sementara untuk proses pemvisaan akan berakhir pada 29 April 2024, atau sekitar 10 hari sebelum mulai dibukanya fase keberangkatan jamaah haji ke Arab Saudi.


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pihaknya akan melakukan percepatan persiapan haji 2024. Menurutnya, percepatan yang dilakukan Saudi harus segera direspon. Apalagi, masa berakhir pemvisaan jamaah juga lebih awal, jauh sebelum keberangkatan jamaah haji.


"Kalau kita bandingkan dengan haji tahun ini, dua hari sebelum closing date itu, kita masih bisa melakukan pemvisaan. Nah tahun depan, hampir dua bulan sebelum closing date, sudah tidak ada lagi proses pemvisaan. Artinya dia akan berjalan lebih cepat prosesnya," terang Menag Yaqut Cholil Qoumas menjelang bertolak ke Tanah Air bersama sejumlah delegasi Amirul Hajj di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Kamis (6/7/2023) lalu. 


Selain mempersiapkan rekrutmen petugas haji, Kemenag juga menyelenggarakan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah Profesional di Bandung. Sertifikasi digelar bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, 14 - 18 Agustus 2023, yang diikuti 100 ASN Kementerian Agama, baik dari Kanwil maupun dari Ditjen PHU. Kanwil Kemenag di seluruh Indonesia juga melakukan percepatan persiapan haji 2024. (gas)


×
Berita Terbaru Update