×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menjajal 'Jalur Tikus' ke Kota Taif

Tuesday, December 7, 2021 | 10:50 WIB Last Updated 2021-12-07T03:50:18Z

HAJIAMKBUCOML. - Bagi jamaah haji atau umrah yang suka petualangan, saat umrah tidak begitu suka menempuh perjalanan di jalur umum. Mereka biasanya mencari jalur alternatif, bukan hanya karena ingin cepat. Bukan memilih jalur yang di Indonesia disebut jalur tikus supaya segara sampai tujuan, melainkan sengaja mencari tantangan atau setidaknya bisa menikmati pemandangan atau pengalaman baru di jalan alternatif tersebut. Apalagi lokasinya termasuk bersejarah. 

Maka, bila jamaah di Makkah hendak berwisata ke Taif, mereka bisa melalui  Rute Karavan, atau yang dikenal sebagai Darb Al-Jammalah. Jalur ini  merupakan sebuah situs yang bersejarah. Para sejarawan menyebutnya sebagai salah satu harta karun Gunung Al-Karr di Taif, Arab Saudi.

Seperti diketahui Kota Taif berada di pegunungan yang hawanya sejuk. Daerah ini pun banyak dipenuhi tumbuh-tumbuhan, berbeda dengan kawasan lain di Arab Saudi yang gersang. Kota Taif juga banyak menyimpan sejarah Nabi Muhammad SAW.  Karena itu banyak jamaah ingin mengunjungi Kota Taif. Dan Darb Al-Jammalah ini menjadi jalan pintasnya.

Jalur ini diketahui berlokasi di antara puncak gunung di Al-Hada, di bawah Gunung Al-Qarah.  Secara historis, jalur spiral sangat penting bagi peziarah dan pedagang, karena memperpendek jarak antara Makkah dan Taif. Jalan ini berfungsi sebagai penghubung utama yang menghubungkan kedua kota tersebut.

Seperti dilansir di Arab News, Selasa (7/12/2021), nama jalan berbatu Darb Al-Jammalah berasal dari bahasa Arab, yang memiliki arti "rute unta". Jalan tersebut dibangun di atas dua jalur, satu untuk unta dan satu lagi untuk manusia.

Saat berada di lokasi, masyarakat bisa melihat ada tangga batu yang usianya diperkirakan lebih dari 1.000 tahun hingga abad kelima Hijriyah.  Panjang jalan ini sekitar 6 kilometer. Artinya, para pelancong dapat mencapai Kota Suci hanya dalam beberapa jam, dibandingkan dengan waktu tempuh normal tiga hari.

Meskipun teknik konstruksi yang terbatas digunakan pada waktu itu, hingga saat ini jalurnya bertahan. Adapun desain geometris zigzagnya terus menarik minat wisatawan.

Jalan turun dari puncak gunung Al-Karr di Al-Hada ke bawah dibuat dalam formasi spiral. Saat ini, konstruksi itu berfungsi sebagai situs yang menarik bagi pengunjung dan pejalan kaki.  (AN)

Sumber: https://www.arabnews.com/node/1981266/saudi-arabia

×
Berita Terbaru Update