×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

'Hajj Riders' dan ‘Tour de Hajj’, Tradisi Muslim London Berhaji Nggowes ke Madinah

Friday, August 9, 2019 | 15:02 WIB Last Updated 2019-08-09T08:02:12Z



HAJIMAKBUL.COM - Banyak cara dilakukan umat Islam untuk misi berhaji yang berkesan. Ada yang naik motor bersama putranya yang masih kecil seperti dilakukan Lilik Gunawan. Pria asal Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi, ini mewujudkannya dengan cara unik. Ia nekat berangkat ke Tanah Suci dengan sepeda motor, menempuh perjalanan darat dari Indonesia ke Arab Saudi melintasi sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Namun di Inggris, seperti ada tradisi delapan atau sembilan muslim bersepeda dari kota London menuju Kota Suci Madinah, Arab Saudi. Setidaknya pernah dilakukan pada musim haji tahun 2017 dan tahun 2019 ini.

Tahun ini sebanyak delapan orang muslim Inggris yang gemar bersepeda sudah "nggowes" dari London hingga Madinah. Mereka tiba di Masjid Nabawi di Kota Madinah, Minggu (4/8/2019) lalu. Saat ini mereka sudah bersiap melakukan Wukuf yang diadakan pada Sabtu besok.
Sebelumnya mereka mengaku sangat gembira bisa bertemu muslim baik dari sejumlah negara. Saat di kota Istanbul pada hari Sabtu (13/7) misalnya. Mereka disambut dengan sangat hangat. 

“Perjalanan ini penting dalam banyak hal. Kita semua berada di jalan untuk keyakinan kita. Kami bertemu orang-orang hebat di sepanjang jalan dan kami memiliki kisah-kisah hebat,” ujar Zain Lambat, salah satu anggota kelompok tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency.
Zain mengatakan bahwa ini adalah perjalanan pertamanya untuk ibadah haji. Ia bersyukur karena bersama teman sekelompoknya bisa singgah ke banyak tempat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang-orang Turki yang menyambut mereka dengan hangat di kota Istanbul.

“Ke mana pun kami pergi, ada masjid-masjid Turki, dan kami bertemu saudara-saudara Turki. Mereka sangat ramah kepada kami. Jika Anda memiliki niat yang sangat baik untuk berziarah, Tuhan pasti akan membuat jalan Anda lebih mudah. Kami berangkat dengan anggaran yang sangat kecil, tetapi Tuhan memperkenalkan kepada orang-orang yang luar biasa di sepanjang jalan dan menyediakan rezeki kami,” jelasnya, seperti dikutip dari suaramuslim.net.

Kelompok yang menyebut diri mereka ‘Tour de Hajj’ ini memulai perjalanan pada 7 Juni 2019 dan  memakan waktu 60 hari. Mereka berencana mengayuh sepeda melalui 17 negara yang berbeda dengan hanya istirahat untuk melintasi Suriah dan Irak untuk mencapai Mesir dengan pesawat.

Mereka berharap untuk mengumpulkan uang bagi umat Islam yang membutuhkan di seluruh dunia dan meningkatkan kesadaran akan penderitaan mereka.

Selain melakukan perjalanan haji dengan sepeda, mereka juga mengajak umat Islam mengumpulkan dana guna membantu muslim yang membutuhkan di seluruh dunia untuk pembangunan masjid dan sekolah.

“Pada 7 Juni, kami berangkat dari London dengan sepeda. Kami berencana untuk mencapai Madinah setelah 4.000 kilometer (2.485 mil) dan tur sepeda selama 60 hari. Sementara itu, kami juga mempunyai misi mengumpulkan £500.000 ($628.600) untuk membantu orang digunakan di masjid dan sekolah,” kata pesepeda lainnya, Junaid Afzal.

Selain itu, Afzal juga merekomendasikan untuk melakukan ziarah dengan sepeda. Menurutnya semua tergantung pilihan untuk meyakini.

“Dalam Al Quran disebutkan, ketika Allah berkehendak, maka Dia tinggal memerintahkan ‘Jadilah’. Begitulah cara orang memandang kehidupan,” ujarnya.

Disambut Hangat

Melalui aku instagram Tourdehajj, mereka mengumumkan bahwa perjalanan yang mereka lalui dari Inggris kini sudah sampai ke Masjid Nabawi di Madinah, Minggu (4/8/2019). Kelompok itu disambut hangat oleh otoritas Arab Saudi, warga Madinah, dan sejumlah penggemar bersepeda. Para pesepeda disambut dengan upacara tradisional yang diramaikan dengan genderang dan kelopak mawar.

Para peziarah ditawari kopi Arab, kurma dan air Zamzam. Para peziarah ini memulai perjalanan haji mereka dengan mengunjungi Madinah untuk memberi penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sebelum melanjutkan ke Makkah dan tempat-tempat suci lain untuk menyelesaikan ritual haji mereka.

Para peziarah haji terkesan dengan sambutan hangat dan memuji layanan luar biasa yang diberikan kepada para tamu Allah ini. Mereka mengatakan fasilitas yang sangat baik dan layanan yang sempurna telah memudahkan mereka untuk melakukan ziarah tahun ini.

Mishaal Al-Touhami, ketua Masyarakat Kebudayaan dan Seni di Madinah, menyambut hangat para peziarah Inggris. Dia mendoakan para peziarah bisa menjalani haji dengan mudah dan nyaman.  Dia menghujani mereka dengan hadiah yang tak terlupakan untuk menjadikan haji mereka sebagai kegiatan yang berkesan.

Perjalanan haji dengan bersepeda itu, menurut pengendara Inggris, bertujuan untuk menyampaikan gambaran Islam sebagai agama perdamaian dan toleransi di antara negara-negara yang mereka lewati.


Bukan Atlet

Ini bukan pertama kali. Sebelumnya Hajj Riders--begitu pesepeda Inggris saat itu  menamakan grup mereka--juga memulai perjalanan dari Masjid London Timur, dan bersepeda melintasi Prancis, Jerman, Austria, Lichtenstein, Swiss, Italia, Yunani, Mesir, dan Arab Saudi. Mereka sampai di Jeddah Jumat (18/8/2017).  Beristirahat selama sehari sebelum berangkat ke Madinah.



Mereka disambut dengan nyanyian dan tarian, dan disiram dengan kelopak bunga dan air Zamzam. “Kami melewati hujan, sinar matahari, badai pasir dan pegunungan Alpen Swiss,” kata Taher Akhtar, dari Maidenhead, Berkshire, yang meluapkan kebahagiaannya dan sedikit meneteskan air mata saat ia menginjakkan sepedanya di Madinah.

“Kami telah mencapai di ketinggian 10 ribu kaki dan merasakan jari dan hidung beku, tapi karena Allah beserta kita, Dia membuatnya mudah. Kita semua diberkati,” kata Taher lebih lanjut.

Sementara seorang pesepeda lainnya, Saifullah Nasser, seorang imam dari Northampton, mengatakan, orang-orang dari Rusia dan China sudah berangkat haji dengan bersepeda pada masa lalu. “Kami semua penggemar bersepeda, tapi tak satu pun dari kami adalah atlet profesional. Pergi haji dengan bersepeda tidaklah sulit. Saya pernah melakukannya dulu."

Perjalanan menuju tempat menunaikan ibadah haji dengan pengawalan polisi dan kendaraan pendukung mengiringi perjalanan pesepeda tersebut. Dan banyak penonton berkumpul di sisi jalan untuk berfoto dan menghibur para pesepeda.

Ada begitu banyak orang, hingga akhirnya kedelapan pesepeda harus turun sekitar 500 meter dari Masjid Nabawi, dan berjalan kaki. Dengan berjalan ke arah Masjid Nabawi sambil menundukkan kepala dan berdoa, mereka bersyukur telah menyelesaikan perjalanan, yang mereka adakan dengan tujuan pengumpulan dana guna mendukung organisasi amal di Suriah.

Delapan pesepeda dari Inggris itu, beristirahat di Madinah dan menyelesaikan ibadah haji. "Bagi saya, agar kita bisa menghargai level tertinggi, kita harus mengalami level terendah terlebih dahulu. Dan ada beberapa masa sulit, tapi dengan rahmat Allah kami telah berhasil melakukannya dengan selamat,” ujar dia dilansir dari Arabnews.com, Senin (21/8/2017).

“Jalan raya yang mereka lalui adalah jalan yang sama dilalui oleh Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah,” kata salah seorang pejabat dari Kementerian Kebudayaan dan Informasi ketika memberikan penjelasan pada tim pesepeda, sebelum mereka berangkat.(smn/tmp)
×
Berita Terbaru Update