Burung Merpati di Makkah, Tentara, dan Hikmahnya



HAJIMAKBUL.COM - Menonton video yang dikirim Dirut Atria Tour Bapak Haji Zainal Abidin dari tanah suci ini saya sungguh terharu. Pak Zainal mengirim video suasana di kawasan menuju Masjidil Haram yang sudah sangat padat sehingga jalan utamanya ditutup oleh tentara.

Ada dua hal yang saya ingat ketika umrah bersama Atria Tour beberapa tahun lalu. Pertama, saat Masjidil Haram sangat padat, tentara menutup jalan utama tersebut. Momen itu saya abadikan dalam video seperti videonya Pak Zainal ini. 

Bedanya saya saat itu mengambil gambar dari jarak dekat, sedang Pak Zainal sepertinya dari jarak agak jauh, mungkin dari hotel tempat menginap jamaah Atria Tour, yang memang tidak jauh dari Masjidil Haram.

Nah, karena saya mengambil gambar dari lokasi tentara menutup jalan itu, salah seorang tentara langsung mendatangi saya. Mukanya serius. Tangannya memberi aba-aba melarang saya mengambil gambar. 

Seorang warga Arab lalu memberi tahu saya. Mengambil gambar aktivitas tentara di sekitar Masjidil Haram dilarang.

"Bersyukur Anda tidak ditangkap, biasanya dengan tuduhan seperti mata-mata. Pernah sebelumnya ada orang ditangkap karena ambil video mereka," katanya. 

Nyali "kita orang ciut" juga mendengar kata ditangkap. Maka, saya pun langsung cabut menjauh dari tentara tersebut. Namun saya tidak sepenuhnya percaya soal kata "mata-mata" yang dia sampaikan.

Kedua, saya ingat ribuan burung merpati yang bebas terbang di sekitar Masjidil Haram. Ya seperti dalam video Pak Zainal ini. Populasi burung merpati sangat banyak karena ada larangan membunuh atau menangkap hewan dan yang lain di tanah al Haram. Bahkan banyak orang menyiapkan makanan untuk burung tersebut. Saat makanan seperti jagung dan lain-lain disebar, ribuan burung pun berdatangan. Lalu terbang dengan indahnya.

Bahkan ada orang yang memanfaatkan momen ini untuk berjualan pakan burung merpati di sekitar lokasi. Burung merpati itu ternyata bisa memberi ladang pekerjaan bagi warga tersebut, seolah memberi tahu para jamaah haji dari berbagai penjuru dunia, bahwa memberi pekerjaan kepada orang lain merupakan pekerjaan mulia. Allah SWT menaburkan rezeki kepada hambaNya dengan cara yang tidak terduga.


Melihat burung merpati terbang indah di sekitar Masjidil Haram sungguh syahdu. Apalagi saat itu musim dingin pada akhir Januari di mana orang Arab tengah liburan (sekarang Makkah musim panas), sehingga bersama keluarga berumrah. Membawa anak-anaknya.

Nah anak-anak itu bermain dengan burung-burung merpati ini. Berkejar-kejaran. Tangannya hampir menyentuh burung yang terbang setelah baru saja menyantap makanan tersebut.

Warnanya hampir sama. Warnanya juga unik dengan bulu yang dihiasi dua garis melintang. Bila dilihat sepintas mirip pangkat yang dimiliki seorang perwira tentara.

Burung merpati di Makkah disayang semua orang katena masih memiliki kaitan dengan sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW. Kala itu Rasulullah SAW bersembunyi di Gua Hira untuk menghindar dari kejaran kaum Quraisy yang hendak membunuh Beliau. 

Namun dengan izin Allah SWT, sepasang burung merpati sengaja bertelur di pintu gua bersama dengan laba-laba yang membuat sarangnya. Sebuah tanda, bahwa tidak mungkin ada manusia masuk gua itu sebab ada burung dan sarang laba-laba yang masih utuh tidak terkoyak.

Karena melihat pintu gua yang tertutup jaring laba-laba dan terdapat sarang burung merpati, kaum Quraisy mengira gua tersebut kosong dan tak mungkin ada yang masuk ke dalamnya. Pada saat itu, Rasulullah dan Abubakar pun berhasil lolos dari kejaran kaum Quraisy.

Nah, untuk mengenang peristiwa tersebut, saat berada di Makkah, kita dilarang untuk menangkap burung-burung merpati itu. Apalagi berburu. Baik dalam ihram atau tidak. Kecuali setelah berada di luar kota Makkah dan tidak sedang ihram. (Gatot Susanto)


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Burung Merpati di Makkah, Tentara, dan Hikmahnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel