Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Petugas Haji Kuota Tambahan Tanpa Seleksi

Monday, April 22, 2019 | 16:07 WIB Last Updated 2019-04-22T09:07:53Z
                       Khoirizi H. Dasir

HAJIMAKBUL.COM - Kementerian Agama (Kemenag) bersama DPR akan menggelar rapat membahas penambahan kuota haji bagi Indonesia. Pembahasan terutama menyangkut penambahan anggaran penyelenggaraan haji tahun 2019 mengingat ada penambahan jumlah jamaah, kloter, dan petugas haji.

Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi H. Dasir, mengatakan, petugas tambahan adalah penyerta kloter. Jumlahnya lima orang masing-masing kloter. "Terdiri atas dua orang TKHI, satu TPHI, satu TPIHI, dan satu TPHD," kata Khoirizi saat ditemui usai membuka Munas ke-I Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia Minggu 21 April 2019.

Dia menjelaskan, kuota tambahan sebanyak 10ribu jamaah, sehingga diperkirakan  minimal ada 25 kloter tambahan. Artinya, menurut Khoirizi, diperlukan minimal 125 petugas tambahan untuk menyertai kloter. Namun, mengingat waktu mepet, rekrutmen petugas tidak akan dilakukan dengan cara seleksi.

"Strateginya, kami akan minta Kakanwil dan Kabid PHU untuk mengidentifikasi petugas tahun lalu yang memiliki kinerja baik, untuk dapat disertakan kembali menjadi petugas," jelas Khoirizi.

Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher menyatakan bahwa penambahan jumlah petugas mutlak dilakukan seiring dengan penambahan jumlah jamaah.

Ali meyakini dari sisi petugas, pemerintah memiliki kesiapan yang cukup untuk dapat menerapkan penambahan kuota di tahun ini.

"Saya kira petugas haji dengan sendirinya mereka  sudah punya SOP. Nah SOP  yang kemudian akan kita ikuti. Kalau dari segi kesehatan petugas haji sangat siap. Kementerian agama juga petugasnya sangat siap," tutur Ali.

Peran Media Massa
Kemenag juga mengajak media massa turut mengambil peran untuk mensukseskan Penyelenggaraan Ibadah Haji. Caranya dengan memberikan edukasi seputar haji dalam pemberitaannya. 

"Peran media massa tidak bisa kita tinggalkan. Peran media massa sangat menentukan sukses atau tidaknya pelaksanan haji," tutur Khoirizi, Minggu (21/04).

Saking pentingnya peran media massa dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji di Era Industri 4.0 ini, Khoirizi menempatkan media massa sebagai pilar keempat Penyelenggaraan Haji. 

"Kalau dulu ada tiga pilar penyelenggaraan haji. Pembinaan, pelayanan, dan perlindungan. Saat ini ada pilar keempat, yakni media massa," terang Khoirizi.

"Dengan media massa seluruh program penyelenggaraan ibadah haji dapat disampaikan, diviralkan ke masyarakat," kata Khoirizi.

Ia menambahkan, kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah Indonesia pun bergantung dengan edukasi yang disampaikan oleh media massa. Itu sebabnya, setiap tahun Kementerian Agama menyertakan para jurnalis dalam kepanitiaan penyelenggaraan haji yang tergabung dalam Media Center Haji Indonesia.

"Kami berharap Media Center Haji Indonesia ini dapat menjadi pusat informasi sekaligus edukasi haji bagi masyarakat," harap Khoirizi.

Media diharapkan tidak hanya memberikan edukasi terkait tata cara ibadah haji yang bersifat syar'i tapi juga dapat menginformasikan kepada masyarakat terkait inovasi pelayanan haji.  Misalnya, media dapat menginformasikan terkait kebijakan biometrik, kesehatan haji, hingga kebijakan pembagian zonasi yang akan diterapkan pada Penyelenggaraan Ibadah Haji 2019M/1440H. (Huda Sabily)

×
Berita Terbaru Update